Hukum_Kriminal
Sabtu 11 Juli 2020 14:18
Ilustrasi - BNI Pandai bagi penerima manfaat bantuan sosial dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. (FOTO: BantenExpres)
\"Share

TANGERANG – Penegak hukum Polres Metro Tangerang didesak segera usut sejumlah kasus dugaan penyelewengan dana bantuan sosial program keluarga harapan (PKH), yang dilakukan oknum-oknum tak bertanggung jawab di Kecamatan Periuk dan diseluruh wilayah Kota Tangerang.

“Kami minta aparat kepolisian dari Polres Metro Tangerang segera usut tuntas kasus ini. Bila perlu semua di wilayah (kecamatan) di Kota Tangerang,” tegas Koordinator LSM GARUK KKN Ricardo Kurniawan, di Tangerang.

Diketahui pihaknya pada bulan kemarin telah melaporkan kasus dugaan penggelapan dana bantuan sosial PKH ini ke badan Kriminal Khusus Polres Metro Tangerang.

“Kami sudah dipanggil penyidik pada tanggal 9 Juli kemarin, guna diminta keteranganya dan melengkapi bukti-bukti laporan lainnya,” jelas dia kepada BantenExpres, Sabtu (11/07).

Menurutnya, setelah pihaknya dipanggil, maka selanjutnya Krimsus Polres Metro Tangerang dalam waktu dekat ini akan segera memanggil para korban dan pihak-pihak terlapor lainya.

BACA JUGA: Uang PKH Lenyap, Polres Metro Tangerang Diminta Usut

“Yah dalam waktu dekat ini Krimsus Polres Metro Tangerang katanya akan segera memanggil korban-korban dan para saksi juga terlapor. Setelah kemarin itu saya dimintai keterangan,” ujarnya.

Sebagai informasi, sejumlah penerima manfaat bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dari pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia, di Kecamatan Periuk Kota Tangerang dilaporkan telah kehilangan saldo (uang) direkening BNI Pandai.

Korbanya adalah Nur Asiyah (50) warga Kelurahan Periuk Jaya, Kecamatan Periuk Kota Tangerang, mengaku telah kehilangan saldo (dana) di BNI Pandai sebesar Rp.5,5 juta, periode 2018/2019.

“Selama saya terdaftar sebagai penerima manfaat program pemerintah PKH, saya nyatakan belum pernah dan tidak pernah menerima ATM, selayaknya penerima manfaat yang lainnya,” kata dia melalui surat pernyataanya yang diterima BantenExpres.

BACA JUGA: Ditangkap Polisi Anak Wakil Walikota Ajukan Rehabilitasi

“Ketika seorang petugas menyatakan hilangnya ATM BNI saya. Maka saya didampingi petugas untuk membuat ATM BNI yang baru. Ternyata saldo rekening saya hilang/dicairkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” lanjut Nur Asiyah dalam pernyataanya yang dibubuhi materai pada tanggal 20 Juni lalu.

Masih di Kecamatan Periuk, korban PKH lainya adalah Buriah warga dari Kampung Bayur, Kelurahan Periuk Jaya, Kota Tangerang.

Ia melaporkan telah kehilangan saldo rekeningnya di BNI Pandai bansos kurang lebih sebesar Rp.8,5 juta periode 2018/2019. Dan tidak menutup kemungkinan kasus-kasus serupa juga terjadi di wilayah Kecamatan lainnya di Kota Tangerang. (EDY)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek