Olahraga
Selasa 09 Juni 2020 11:41
Kondisi lapangan Benteng Tangerang setelah sekian lama tak terpakai. (FOTO: BantenExpres)
\"Share

BANTENEXPRES - Medio tahun 2000-an, Stadion Benteng riuh bergemuruh acap kali digelar pertandingan-pertandingan sepakbola penuh gengsi di tanah air, Liga Indonesia. Dan menjadi memorable yang tak bisa dilupakan bagi para pecinta si kulit bundar di Tangerang.

Stadion Benteng adalah stadion yang terletak di Kota Tangerang. Stadion ini dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang (kini sudah diserahkan ke Kota Tangerang) sebagai asset daerah dari Pemkab Tangerang ke Pemkot Tangerang.

Stadion Benteng dipergunakan untuk menggelar hajatan besar (sepakbola) ini juga merupakan kandang dari 2 tim asal Tangerang, Persita Tangerang dan Persikota Tangerang. Stadion Benteng mampu menampung 15.000 orang dengan Kategori C.

Setiap laga pertandingan di Stadion Benteng akan selalu mengundang dan menyedot perhatian publik, terutama bagi penggemar berat Persita Tangerang dan perseterunya, Persikota Tangerang.

Maklum, Stadion Benteng yang juga sebagai markas klub Persita Tangerang ini selalu menyuguhkan adegan-adegan penuh drama setiap bergulirnya Liga Indonesia, kala itu. Menghibur dan selalu dinanti para maniak bola di Tangerang.

Sebut saja mulai dari musim Liga Dunhil sampai musim Liga Bank Mandiri sebelum di bergantinya Liga I /II Indonesia sekarang ini.

Selain itu, yang tak kalah hebat nan seru adalah perseteruan antara Bayi Ajaib sebutan untuk Persikota Tangerang dan Pendekar Cisadane julukan bagi Persita Tangerang. Rasanya perseteruan itu hingga kini masih membekas.

BACA JUGA: Pulang Kampung, Eks Sekjen PSSI Ratu Tisha Berlabuh di Perserang

Big Macth keduanya (Persita vs Persikota) selalu menyuguhkan drama-drama menegangkan, baik di dalam lapangan maupun diluar lapangan. Tiap keduanya bertarung, keributan kerap tak terhindarkan. Masing-masing supporter saling serang hingga terkadang menimbulkan korban.

Perseteruan abadi atau yang dikenal dengan musuh bebuyutan, antara Persita Tangerang versus Persikota Tangerang juga menjadi salah satu sejarah di Stadion Benteng, yang tak bisa dilupakan begitu saja.

Hingga pada musim 2012-2013 adalah musim yang sangat sial untuk Persita (Divisi Utama LI) dan Persikota (Divisi Utama LPI). Pasalnya, kedua tim ini dilarang bermain di Stadion Benteng setelah menerima larangan bermain sepak bola dari pihak Kepolisian dan Fatwa MUI karena akibat sering terjadinya tawuran antar supporter Persita (Benteng Viola) dan Persikota (Benteng Mania) di dalam stadion maupun di luar stadion.

Stadion Benteng bukanlah stadion kemarin sore. Diresmikan pada 11 Januari 1989 silam oleh Gubernur Jawa Barat, HR. Moh. Yogie SM. Merespons kondisi perkembangan sepak bola Tangerang yang semakin apik setelah kehadiran Persita di kompetisi sepakbola Indonesia mulai 1953. Saat itu, Persita yang sempat menggunakan lapangan LPK dan Achmad Yani kerepotan dengan hadirnya penonton yang membludak.

Lantas bagaimana nasibmu sekarang Stadion Benteng?. Sejak 10 tahun terakhir ini kondisi Stadion Benteng tidak terawat, tak terurus, tak berpenghuni. Padahal letaknya di jantung Kota Tangerang, sungguh miris ironis.

Ketika memasuki stadion, mata langsung tertuju pada luasnya hamparan rumput hijau di tengah lapangan, dan ketika menengok kanan kiri-pun stadion ini juga dipenuhi rerumputan yang menghijau. Saat penulis menengok Stadion Benteng, pada Senin (08/06) kemarin.

Begitu bergetar hati saat melihat kondisi Stadion Benteng, rasanya disana masih terbayang sedang menyaksikan pertandingan besar diantara riuh gemuruh sorak sorai para penonton, di tribun VIP, kelas ekonomi, utara dan barat.

Mengingatkan penulis terakhir kali menyaksikan pertandingan langsung Persita Tangerang di Stadion Benteng di tahun 2001-an. Gegap gempita penonton dan supporter membludak, menyaksikan para idola mengolah si kulit bundar sebut saja Ilham, Zaenal Arif, Uci dan lainnya.

BACA JUGA: Persita Tangerang Serukan Lawan Corona, Bisa Kita Kalahkan!

Namun, kini kondisi lapangan terlihat sangat miris tak terurus. Stadion Banteng bak gedung tua dipenuhi rerumputan, pagar-pagar penuh guratan seram, balkon-balkon penonton rusak bahkan hawa mistis sesekali menyerebak.

Sementara dari luar stadion, pemandangan gedung (stadion) terihat penuh suram tak terawat. Cat-cat dinding gedung memudar dibayangi pohon-pohon dan semak belukar. Terkadang hanya digunakan untuk lahan parkir.

Beberapa waktu lalu, telah terjadi kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Tangerang dengan Pemerintah Kota Tangerang. Pemkab Tangerang resmi menyerahkan assetnya yang ada di Kota Tangerang, salah satunya Stadion Benteng.

Paska penyerahan asset tersebut, direncanakan Stadion Benteng dalam waktu dekat akan segera direvitalisasi oleh Pemerintah Kota Tangerang. Dan akan dijadikan lapangan indoor penuh fasilitas mutakhir. Kita berharap semoga secepatnya terealisasi.

Kelak Stadion Benteng akan kembali bergemuruh, riuh cetar membahana. Tidak lagi berdiri seperti gedung tua kotor tak terawat, suram seram di pusat Kota Tangerang. Stadion Benteng dulu dan kini akan terus menjadi sejarah, momorable bagi para pecinta sepakbola.

Oleh: Azie Stianegara

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek