Lapsus
Sabtu 31 Oktober 2020 13:07
Ilustrasi - Wali Kota Tangerang saat berkunjung ke pasar tradisional mengecek harga sembako. (FOTO: Dok-BantenExpres)
\"Share

BANTENEXPRES - Sebuah studi terbaru menemukan para pekerja di toko kelontong seperti supermarket memiliki tingkat infeksi Coronavirus jenis baru (Covid-19) yang mengkhawatirkan. Para peneliti dari Universitas Harvard menemukan bahwa 20 persen dari 104 pekerja toko bahan makanan dinyatakan positif di sebuah toko di Massachusetts, Amerika Serikat (AS) dan kebanyakan dari mereka tidak menunjukkan gejala saat diuji.

“Tingkat infeksi ini secara signifikan lebih tinggi daripada komunitas sekitarnya,” tulis tim peneliti, dilansir Fox News dan dipublish laman Republikaonline, Sabtu (31/10).

Selama ini, orang-orang yang bekerja di bidang kesehatan, seperti dokter, perawat, dan petugas medis lainnya dianggap menjadi yang paling rentan terhadap Covid-19. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa ada pekerja dari sektor lainnya yang ternyata memiliki risiko besar.

“Kami melakukan penelitian karena banyak penekanan selama bulan-bulan awal pandemi Covid-19 diberikan pada petugas kesehatan, tetapi tidak pada pekerja penting lainnya,” jelas Justin Yang, salah satu penulis studi dan asisten profesor di Sekolah Kedokteran Universitas Boston dan peneliti di Harvard TH Chan School of Public Health.

BACA JUGA: COVID-19 Diklaim Membaik, Kepala Daerah Diminta Antisipasi Libur Panjang

Yang mengatakan, selalu ada kekhawatiran ketika seseorang memiliki kontak dekat dengan orang lain, seperti dalam contoh berinteraksi dengan petugas penjualan atau kasir di toko. Oleh karena itu, penghalang fisik (plexiglass) dan memakai masker akan sangat mengurangi risiko tertular virus corona baru (SARS-CoV-2) yang menyebabkan infeksi penyakit Covid-19.

Lebih lanjut, Yang mencatat bahwa Massachusetts menerapkan aturan mengenakan masker beberapa hari setelah masa studi. Ia mengatakan, jika penggunaan masker dan peralatan lainnya yang dapat meminimalisir kontak dekat, kemungkinan besar tingkat infeksi virus corona baru tak akan mengkhawatirkan.

Meski demikian, dampak pada pekerja toko kelontong yang merupakan salah satu sektor penting mencapai lebih jauh, di mana ini terkadang membahayakan kesehatan mental mereka. Peneliti mengatakan pekerja yang tidak mampu menjaga jarak sosial secara konsisten saat bekerja memiliki risiko lebih tinggi mengalami kecemasan atau depresi.

Mereka yang berangkat dan pulang bekerja dengan berjalan kaki, bersepeda, atau mobil pribadi cenderung tidak mengalami depresi dibandingkan dengan pekerja yang bepergian dengan transportasi umum atau naik kendaraan bersama. Para peneliti mencatat bahwa temuan tentang kesehatan mental yang signifikan menyerukan tindakan dalam memberikan layanan bantuan karyawan yang komprehensif untuk membantu pekerja penting mengatasi tekanan psikologis selama pandemi Covid-19. (DIR)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek