Politik
Senin 12 Oktober 2020 00:18
Herman Felani saat meninjau lokasi longsoran TPA Cipeucang beberapa waktu lalu. (FOTO: untuk BantenExpres)
\"Share

BANTENEXPRES - Bahwa, pada hari Jumat Tanggal 22 Mei 2020 yang lalu telah terjadi tragedi longsoran sampah dari sebuah tempat pemrosesan akhir (TPA) Cipeucang ke Sungai Cisadane. 

Seperti diketahui, dari tragedi tersebut ratusan ton sampah masuk ke dalam dasar sungai dan hampir menutupi badan Sungai Cisadane. Puluhan alat berat diturunkan untuk mengevakuasi longsoran sampah tersebut.

Longsoran sampah dari TPA Cipeucang itu terjadi lantaran tanggul beton sepanjang 58 meter jebol. Sehingga, ratusan ton sampah TPA Cipeucang longsor hingga hampir menutupi badan sungai. 

Meski dalam tragedi ini tidak ada korban jiwa. Namun, Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) harus bertanggung jawab atas kejadian tersebut dengan melakukan pemulihan terhadap Sungai Cisadane akibat dari longsoran TPA Cipeucang tersebut.

Oleh karena itu, Kami JARINGAN AKTIVIS LINGKUNGAN HIDUP INDONESIA (JALHI) meminta dan menuntut kepada calon Walikota Dan Wakil Walikota Tangerang Selatan,  agar dapat mencarikan solusi yang kongkrit terhadap TPA Cipeucang agar tidak terjadi lagi tragedi yang terjadi di masa kepemimpinan sebelumnya.

Adapun tuntutan kami lainnya adalah: 

1. Bahwa, kami meminta dan menuntut kepada Calon Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan yang nantinya terpilih menjadi orang nomor 1 di Kota Tangerang Selatan agar segera mencarikan solusi terhadap TPA Cipeucang supaya tidak terjadi lagi tragedi seperti yang terjadi pada kepemimpinan Walikota Tangerang Selatan Sebelumnya.

2. Bahwa, kami meminta dan menuntut kepada Calon Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan yang terpilih menjadi pemimpin di Kota Tangerang Selatan. Supaya memindahkan TPA Cipeucang ke tempat yang lebih respresentatif dalam pengelolaan sampah masyarakat Kota Tangerang Selatan.

3. Bahwa, kami meminta dan menuntut kepada Calon Walikota dan Wakil Walikota Tangerang yang nantinya terpilih untuk memimpin Kota Tangerang Selatan.Agar dalam pengelolaan dan pemroses sampah lebih baik lagi dan sesuai dengan Undang-undang No 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Dimana, Undang-undang ini dibuat tidak hanya mengatur tentang pengelolaan sampah yang dilakukan secara terpadu dan komprehensif saja. Namun, pemenuhan hak dan kewajiban masyarakat, serta tugas dan wewenang Pemerintah dan pemerintahan daerah untuk melaksanakan pelayanan publik. 

4. Bahwa, kami meminta dan menuntut kepada Calon Walikota dan Wakil Walikota yang nantinya terpilih menjadi pemimpin di Kota Tangerang Selatan agar dalam melakukan pengelolaan sampah yang ada di TPA Cipeucang agar menjaga marwah dari Undang-undang No 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH).

Demikian surat terbuka ini kami buat, dengan tujuan agar tidak ada lagi tragedi seperti yang terjadi pada Jum'at 22 Mei 2020. Karena tragedi tersebut menjadi catatan buruk bagi Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), karena perlu diketahui bahwa Sungai Cisadane merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat Tangerang Raya dan sekitarnya.

Tangerang, 11 Oktober 2020 

Hormat Kami, Herman Felani

Koordinator JARINGAN AKTIVIS LINGKUNGAN HIDUP INDONESIA (JALHI)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek