Nasional
Kamis 30 Mei 2019 06:24
Majelis Ulama Indonesia melakukan jumpa pers terkait program TV selama bulan Ramadan. (FOTO: IST)
\"Share

BANTENEXPRES - Ketua Komisi Infokom MUI Masduki Baidlowi mengatakan lembaganya telah sepakat dengan Komisi Penyiaran Indonesia atau KPI untuk membatasi program televisi di bulan Ramadhan yang menampilkan adegan goyangan.

Menurut Baidlowi, MUI dan KPI telah mendiskusikan hal tersebut setelah menemukan banyaknya program televisi yang dianggap tak sesuai dengan nilai-nilai bulan Ramadhan.

Hal itu disampaikan Masduki dalam jumpa pers di kantor MUI Pusat, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (29/05).

"Kami sudah berembuk dengan KPI. Bahwa tahun depan tak ada acara Ramadhan yang goyang-goyang gitu, harus dibatasi, dan mengurangkan unsur erotis," ucapnya.

"Ini sudah menerapkan regulasi yang sifatnya umum atau general," ujarnya. Hal itu, lanjut Masduki, terpaksa dilakukan agar kualitas tontonan masyarakat pada bulan Ramadhan bisa membaik.

"Dengan harapan akan ada kebijakan-kebijakan yang lebih bagus untuk menciptakan sebuah tontonan yang berkualitas tinggi sekaligus etika yang tinggi," ucapnya. Sehingga tontonan tidak menggambarkan kegampangan-kegampangan (kualitas rendah).

Sehingga tidak membuat struktur pemahamaham masyarakat yang mentah menjadi semakin mentah, seperti itu, sambungnya.

Meski begitu, ia menambahkan bahwa MUI menyerahkan sepenuhnya kepada KPI selaku lembaga yang berwenang untuk memberikan larangan atau sanksi terhadap sebuah program televisi.

"Kita sudah menyerahkan kepada KPI yang memiliki kewenangan. Itu keputusan KPI, kami hanya memberikan masukan," tambahnya.

Seperti dikutip Kompascom, pada Ramadhan kali ini tim pemantau MUI menemukan lima program televisi yang mendapat penilaian buruk dari tim pemantau MUI. Program itu ialah Sahur Seger Trans7, Gado-Gado Sahur TransTV, Bukbernya Wo Banget Trans7, dan Pesbukers Ramadhan ANTV serta Sahurnya Pesbukers ANTV.

Secara keseluruhan program tersebut mendapat catatan yang sama, yakni memuat tarian erotis, percakapan bernada mesum, dan ejekan yang tidak mendidik. (GUNG)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek