Lapsus
Selasa 12 Januari 2021 09:17
MUI resmi menyatakan Vaksin Covid suci dan halal bagi ummat Islam. (FOTO: Istimewa)
\"Share

TANGERANG - Gubernur Banten Wahidin Halim mengungkap sebanyak 14 ribu vaksin yang telah diterima oleh Provinsi Banten, sementara kuota yang diberikan pada tahap pertama sebanyak 86 ribu vaksin.

"Namun yang baru terima 14 ribu, terus minggu ketiga kita dapat sekitar 60 ribuan jadi total 86 ribu," kata gubernur kepada awak media seusai rapat bersama di Pendopo Bupati Tangerang, Kisamaun Kota Tangerang, (11/1/2021).

Gubernur menjelaskan, pada tahap pertama ini vaksinasi tersebut akan berikan kepada kepala daerah atau Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) dan tenaga kesehatan. Kendati begitu, untuk pembagian kuota vaksin di Kabupaten/Kota sudah atur semuanya.

14 ribu vaksin yang telah diterima tersebut akan diberikan kepada dua daerah terlebih dahulu. Kedua daerah tersebut yakni Kota Serang dan Kota Tangerang Selatan. Mereka pun akan menjadi daerah pertama penyuntikan vaksin pada 14 Januari ini.

Sementara distribusi vaksin itu dimulai hari ini 11 Januari. "3800 vaksin untuk Kota Serang, Tangsel 8000-an vaksin. Sementara Kabupaten dan Kota Tangerang, termin keduanya," terang dia.

Gubernur pun menjelaskan, alasan kedua daerah itu lebih didahulukan karena Kota Serang merupakan ibu kota provinsi. Sementara untuk Kota Tangerang Selatan karena tingkat kematian Covid-19 cukup tinggi.

"Paling tinggi tingkat kematianya," kata mantan Walikota Tangerang itu.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten dr. Ati Pramuji Hastuti mengungkapkan, untuk pelaksanaan vaksinasi akan dilaksanakan oleh 5.695 tenaga vaksinator dengan tahap pertama akan diturunkan sebanyak 1.594 tenaga vaksinator.

"Sebanyak 245 Puskesmas dan 107 Rumah Sakit siap melaksanakan vaksinasi Covid-19," kata dia.

Terpisah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) resmi menetapkan fatwa halal untuk vaksin Covid-19 yang diproduksi perusahaan asal China, Sinovac. Vaksin tersebut kini boleh digunakan oleh umat Islam.

"Memutuskan, menetapkan fatwa ketentuan hukumnya vaksin Covid-19 produksi Sinovac Life Sciences China dan Bio Farma hukumnya suci dan halal," kata Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (11/01).

Asrorun menjelaskan MUI telah menyatakan vaksin Sinovac halal dan suci pada Jumat (08/01). Namun, dalam keputusan itu ada pertimbangan penggunaan vaksin harus melalui kualifikasi thayyib atau baik.

Dia berkata kualifikasi thayyib bisa merujuk pada hasil penelitian Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Menurutnya, izin penggunaan darurat yang diterbitkan BPOM hari ini telah melengkapi fatwa halal MUI terhadap Sinovac.

"Demikian fatwa sudah tuntas seiring dengan persetujuan emergency use authorization oleh BPOM," ujarnya.

Sebelumnya, BPOM menerbitkan izin penggunaan darurat untuk vaksin Covid-29 dari Sinovac. Tingkat kemanjuran atau efikasi vaksin Sinovac mencapai 65,3 persen berdasarkan uji klinis fase 3 di Bandung, Jawa Barat.

Angka tersebut sudah sesuai dengan standar atau ambang batas efikasi yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni minimal 50 persen.

Menurut BPOM, efek samping yang ditimbulkan bersifat ringan hingga sedang. Efek samping bersifat lokal berupa nyeri, iritasi, pembengkakan. Sementara efek samping sistemik, berupa nyeri otot, fetik, dan demam. (ZIE/EDY)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek