Lapsus
Kamis 15 Oktober 2020 14:07
Tempat hiburan No Name di Cihuni Pagedangan Kabupaten Tangerang tetap buka dimasa pandemi COVID-19. (FOTO: BantenExpres | Capture video)
\"Share

BANTENEXPRES – Rupanya oknum-oknum pengusaha tempat hiburan di wilayah Kabupaten Tangerang masih juga membandel dan tak mengindahkan imbauan pemerintah daerah untuk menutup sementara jam operasionalnya dimasa pandemi COVID-19.

Pemerintah Kabupaten Tangerang diketahui telah mengeluarkan Perbup [Peraturan Bupati] terkait pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar alias PSBB, guna meminimalisir penularan Coronavirus [COVID-19] selaras dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Banten.

Serta, Surat Edaran Bupati Tangerang bernomor 443.2/ 2791 -KSD/2020 dan maklumat Kapolri agar aktivitas usaha seperti tempat hiburan (klub malam, diskotik, karaoke, bar), griya pijat, spa, bioskop, billyard, arena ketangkasan/warnet, dan tempat wisata di wilayah Kabupaten Tangerang untuk menutup sementara aktivitas operasionalnya sampai pukul 20:00 WIB.

Namun, sejumlah tempat hiburan masih diketemukan beroperasi hingga pukul 01:00 WIB. Seperti tempat hiburan “No Name” yang berlokasi di Kelurahan Cihuni, Kecamatan Pagedangan ini tetap beroperasional hampir setiap malam sampai dini hari.

“Hampir setiap hari tempat hiburan No Name itu buka. Kalau dari bawah lantai satu memang tempat makan, tapi kalau naik ke lantai dua, disana hiburan terus berjalan hingga jam 01:00 dini hari,” terang salah satu tokoh pemuda Cihuni, Denny Permana saat berbincang dengan awak media BantenExpres, Rabu (14/10).

BACA JUGA: Tiga Bangsawan Banten yang Pimpin Tangerang Pertama Kali

Denny sangat kesal, pasalnya para pengusaha hiburan itu tetap membandel ditengah COVID. Ditambah lagi aparat penegak hukum dinilai masih lemah, tidak tegas menjalankan amanat Bupati Tangerang lewat surat edaran tentang penutupan sementara aktivitas tempat-tempat hiburan.

“Tramtib dan Satpol PP Kabupaten Tangerang seakan tutup mata. Buktinya itu No Name hampir setiap malam beroperasi tanpa tersentuh penegak hukum. Kemana aparat dari kecamatan dan dinas, kemana mereka? Jangan tidur atuh!,” ketus dia.

Menurut Denny yang juga aktivis lingkungan hidup ini, dirinya dan wilayah Cihuni sangat mendukung kebijakan Bupati Tangerang Zaki Iskandar yang menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan juga Surat Edaran tempat hiburan dalam rangka memutus rantai Coronavirus mematikan itu.

“Tapi sayang, dilapangan penegakannya jauh dari ekspektasi. Bahkan terlihat lemah. Kita perhatikan dari kemarin ada beberapa tempat hiburan yang buka tapi ada juga yang ditutup oleh aparat hukum. Ini seperti tebang pilih, ada apa ini?,” ujar dia heran.

BACA JUGA: Lima Kepala Daerah Ini Minta Jokowi Cabut UU Omnibus Law

“Bahkan saya sengaja masuk ke tempat hiburan No Name itu. No Name tetap buka dan beroperasi hingga dini hari. Banyak sekali pengunjung yang datang menikmati hiburan dengan enjoy, hebatnya lagi tidak menerapkan protokol kesehatan. No makser!,” aku Denny.

Ia berharap, pemerintah daerah wabil khusus Bupati Tangerang dapat menegakan aturan dan hukum tanpa tebang pilih. Terlebih dimana saat ini kasus Coronavirus COVID-19 di Kabupaten Tangerang masih menempati peringkat atas se-Banten.

“Saya berharap Bupati Tangerang, Pak Zaki menindak tegas baik tempat-tempat hiburan yang membandel plus para pengusahanya. Juga oknum-oknum penegak hukum yang tidak becus bekerja, pecat mereka. Saya tak ingin wilayah kami menjadi sarang penyebaran COVID-19,” Denny menutup bincang sembari membagikan video rekaman tempat hiburan “No Name” yang nampak bergeliat happy ditengah pandemi COVID-19. (ZIE/GUNG)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek