Hukum_Kriminal
Rabu 10 April 2019 14:52
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo memberikan keterangan kepada wartawan. (FOTO: IST)
\"Share

BANTENEXPRES - Direktorat Siber Bareskrim Mabes Polri mendeteksi lokasi keberadaan diduga dua pelaku pembuat hoaks soal server KPU yang telah diatur untuk memenangkan pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amien di Pilpres 2019.

"Sampai dengan tadi malam, sudah ada dua lokasi yang dicurigai, yang pertama di daerah Jateng, yang kedua daerah Tangerang," terang Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Rabu (10/04) kepada awak media.

Penyidik sendiri telah melakukan identifikasi terhadap dua orang yang sudah masuk daftar pencarian orang (DPO) tersebut. Satu orang merupakan pemilik sebuah akun instagram yang diduga pertama kali mengunggah video hoaks. Sedangkan satu DPO lagi adalah orang yang berbicara dalam video hoaks itu.

Saat ini, kata Dedi, keduanya masih dalam pengejaran oleh pihak kepolisian. "Nanti kalau sudah tertangkap semuanya, dua-duanya langsung ditetapkan jadi tersangka dan ditahan," ujarnya.

Lebih lanjut, disampaikan Dedi, pihaknya masih belum bisa memastikan apakah kedua DPO yang tengah diburu tersebut saling mengenal atau tidak. Menurut Dedi, hal itu baru bisa diketahui setelah keduanya ditangkap dan menjalani pemeriksaan.

Sebelumnya polisi telah menangkap dua orang yang diduga menyebarkan hoaks tentang peladen atau server milik KPU yang telah diatur untuk memenangkan pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019.

Kedua tersangka itu adalah EW yang ditangkap di Ciracas, Sabtu (6/4), dan RD seorang ibu rumah tangga yang ditangkap di Lampung pada Minggu (07/04) kemarin.

Pada pekan kemarin, viralnya video di media sosial (medsos) yang menyebut server ‎milik Komisi Pemilihan Umum RI (KPU) sudah diatur (setting) memenangkan capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin, perlahan-lahan mulai terkuak. Video itu diketahui direkam di kediaman mantan Bupati Serang Ahmad Taufik Nuriman di kawasan Ciracas, Serang, Banten. Hal itu diakui oleh Ahmad Taufik Nuriman sendiri.

“Jadi, memang saya diminta untuk menyiapkan tempat saja, untuk kumpul relawan, untuk evaluasi,” ujar Taufik Nuriman saat dihubungi wartawan, Sabtu (06/04).

Taufik menambahkan, rapat di kediamannya kala itu bersama dengan tim pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dari Jakarta dan Banten. Namun, dia mengaku tidak mengenal orang yang bernama Wahyu, yang memberikan pemaparan soal server milik KPU di-setting memenangkan Jokowi-Ma’ruf.

“Saya sih enggak kenal sama dia, cuma kenal di situ saja. Kalau ketemu lagi sama dia, saya udah lupa kali ya,” katanya.

Bahkan Taufik mengaku, saat orang yang disebut-sebut Wahyu memberikan pemaparan, dirinya lebih banyak diam. Ia mengaku tidak terlalu mengikuti pembicaraan. “Waktu itu saya sih juga cuma diam saja, Mas, soalnya enggak kenal juga,” kata dia menegaskan. (GUNG/MUH)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek