Hukum_Kriminal
Senin 19 Oktober 2020 07:51
Satpo PP Kabupaten Tangerang dibantu anggota Polri dan TNI melakukan razia tempat hiburan malam di Kelapa Dua, Jumat (16/10). (FOTO: BantenExpres)
\"Share

TANGERANG - Satuan Polisi Pamung Praja (Satpol PP) Kabupaten Tangerang, mengaku mengalami keterbatasan anggota [personil] dalam melakukan pengawasan maupun penindakan terhadap tempat-tempat hiburan malam dimasa pandemi COVID-19, terutama dalam menegakan berlangsungnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Hal itu diakui Kepala Bidang Penegakan Perda (Gakda) Satpol PP Kabupaten Tangerang, Sumartono, saat melakukan pengawasan dan penertiban tempat hiburan malam di wilayah Gading Serpong, pada Jum'at (16/10) malam.

"Hanya ada 60 anggota yang dibagi-bagi untuk mengawasi dan menertibkan tempat hiburan malam yang ada di wilayah kabupaten Tangerang. Jadi tidak hanya di wilayah Gading Serpong saja tapi di seluruh wilayah dilakukan pengawasan," jelas Sumartono saat ditemui awak media ini di kawasan Gading Serpong Kecamatan Kelapa Dua.

Pada razia dan penertiban tempat-tempat hiburan di Kawasan Gading Serpong Kecamatan Kelapa Dua tersebut, pihaknya telah menutup dua tempat hiburan yang kedapatan masih membandel alias masih beroperasi diatas pukul 20:00 WIB.

“Kami telah menutup dua tempat hiburan yang kedapatan masih buka diatas jam 20:00 WIB. Salah satunya dekat vipers itu kami lakukan penyegelan,” kata Sumartono sembari menambahkan ia akan terus memberikan peringatan dan imbauan kepada para pengusaha dan para pengunjung. 

BACA JUGA: Tempat Hiburan Beroperasi Ditengah COVID-19, Diminta Bupati Tangerang Tindak Tegas

Dia juga mengaku penertiban tempat-tempat hiburan sudah dilakukanya sejak April yang lalu, demi mencegah penyebaran coronavirus di wilayah Kabupaten Tangerang.

Seperti diketahui, bahwa Bupati Tangerang Zaki Iskandar tidak hanya mengeluarkan sebuah surat edaran saja. Bahkan, untuk mengurangi penularan COVID-19, Ia telah membuat sebuah Peraturan Bupati Nomor 20 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Percepatan Penanganan COVID-19 di Wilayah Kabupaten Tangerang, aturan tersebut mengatur 47 pasal untuk menjadi pedoman pelaksanaan PSBB.

Meski sudah memiliki payung hukum dalam upaya untuk mengurangi pembatasan sosial berskala besar alias PSBB. Namun, praktik dilapangan masih banyak pengusaha-pengusaha tempat hiburan malam yang melakukan aktivitas diluar jam yang telah ditetapkan dalam Peraturan Bupati (Perbup) tersebut.

Hal ini terjadi, minimnya petugas yang diberikan wewenang untuk melakukan pengawasan dan penertiban terhadap tempat hiburan malam yang ada di wilayah Kabupaten Tangerang.

Sebagai informasi, bahwa Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan masih dalam zona merah di Banten. Hal itu, terlihat dari halaman Dinas Kesehatan Provinsi Banten pertanggal 15 Oktober 2020. Sementara Kota Tangerang masuk dalam zona orange. (MAN/ZIE)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek