Ekonomi
Selasa 13 Oktober 2020 21:38
Bupati Tangerang Zaki Iskandar pada Paripurna DPRD dalam rangka HUT Kabupaten Tangerang Ke-388, Selasa (13/10). (FOTO: Humas)
\"Share

BANTENEXPRES - Pada tanggal 13 Oktober 1632 silam, adalah hari dimana tiga bangsawan Banten Arya Wangsakara, Arya Jaya Sentika, Arya Yudha Negara dilantik oleh Kesultanan Banten untuk memimpin wilayah Tangerang.

Ketiganya pertama kali menempati wilayah yang sekarang disebut TIGARAKSA, yang menjadi awal mula berdirinya Kabupaten Tangerang, kala itu.

"Maka, 13 Oktober 1632 ditetapkan sebagai hari lahirnya Kabupaten Tangerang," kata Bupati Tangerang Zaki Iskandar dalam sambutanya pada Paripurna DPRD HUT Kabupaten Tangerang Ke-388, Selasa (13/10).

Bupati Zaki mengaku sudah satu tahun melakukan sosialisasi Perda terhadap hari jadi Kabupaten Tangerang yang baru. Tahun 2020 ini menjadi tahun pertama HUT Kabupaten Tangerang yang digelar pada tanggal 13 Oktober. Setelah sebelumnya dirayakan setiap tanggal 27 Desember.

HUT Kabupaten Tangerang hari ini ditengah pandemi COVID-19 dilakukan secara sederhana, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tangerang dengan diikuti seluruh OPD, Kecamatan dan masyarakat melalui virtual.

Bupati Zaki mengatakan Sejarah Baru Semangat Baru Melawan COVID-19 menjadi tema dalam Peringatan Hari Jadi Kabupaten Tangerang Ke-388 kali ini.

BACA JUGA: HUT Kabupaten Tangerang Mahasiswa Demo Kantor Zaki

"Hari ini kita merayakan hari jadi Kabupaten Tangerang yang Ke-388 Tahun secara sederhana, tidak ada agenda perayaan seperti tahun yang lalu, hanya Paripurna DPRD Kabupaten Tangerang dan penyerahan secara simbolis bantuan penanganan dampak ekonomi bagi wirausahawan dan karyawan yang terkena PHK," terang Bupati.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat yang sudah bekerjasama dalam pembangunan, tentu ini menjadi semangat dan motivasi bagi kita dalam membangun Kabupaten Tangerang untuk semakin gemilang,” tambah Bupati Zaki Iskandar.

Sebagai informasi, Arya Wangsakara dan dua saudaranya yakni Arya Jaya Sentika dan Arya Yuda Negara, merupakan keturunan dari kerajaan Sumedang. Perjalanan mereka ke Tangerang disebabkan oleh ketidaksepahaman dengan pihak kerajaan Sumedang.

Dalam perjalanan panjangnya, Ia memutuskan untuk singgah di pinggiran sungai Cisadane. Dengan berbekal restu dari Kesultanan Banten, akhirnya ia memutuskan untuk menyebarkan Agama Islam dan menetap di daerah Gerendeng, tepatnya di tepi barat sungai Cisadane. Dan mendapat mandat dari Kesultanan Banten untuk menjaga wilayah tersebut dari agresi kompeni [Baca- Belanda].

Arya Wangsakara sebelum menjadi penguasa Tangerang pada zaman Sultan Ageng Tirtayasa, sebelumnya beliau adalah tangan kanan Sultan Abul Mufakir di Kesultanan Banten. Arya Wangsakara gugur di Ciledug pada tahun 1720, mengutip berbagai sumber. (EDY)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek