Hukum_Kriminal
Selasa 21 September 2021 20:27
Menko Polhukam Mahfud MD memberikan keterangan kepada wartawan di Lapas Klas I Tangerang. (FOTO: BantenExpres)
\"Share

BANTENEXPRES - Polda Metro Jaya menetapkan tiga orang tersangka kasus kebakaran Lapas Klas 1 Tangerang. Ketiganya merupakan petugas penjaga penjara atau sipir di Lapas Klas 1 tersebut.

Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat menerangkan ketiga tersangka tersebut dikenakan pasal 359, sedangkan untuk pasal 187 dan atau pasal 188 KUHP masih dibutuhkan alat bukti lain.

"Inisial mereka adalah RU, S, dan Y," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Tubagus Ade Hidayat kepada wartawan, Selasa (21/09).

Ade menjelaskan, tiga orang tersebut dijerat dengan Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal dan memiliki ancaman penjara di atas lima tahun.

Ade mengatakan penetapan tersangka dilakukan setelah polisi melakukan gelar perkara pagi tadi. "Ketiganya akan segera kami panggil untuk diperiksa sebagai tersangka," imbuh dia.

Tragedi kebakaran Lapas Klas I Tangerang yang terjadi pada Rabu dini hari 8 September 2021 itu menewaskan 49 narapidana serta 72 orang luka ringan di Blok C2.

Para narapidana itu terjebak api di dalam selnya yang terkunci. Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk memadamkan si jago merah.

Tragedi kebakaran Lapas Klas I Tangerang di Jalan Veteran tersebut membuat keprihatinan banyak pihak. Juga meninggalkan duka mendalam bagi para keluarga korban.

Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Tengku Iwan, juga turut mengungkapkan rasa keprihatinanya serta mengucapkan berlangsungkawa atas insiden maut tersebut.

“Semoga para keluarga korban diberikan kesabaran,” ujar Tengku kepada awak media pasca kejadian.

Selain itu, politisi PKS ini juga menyoroti tentang kelayakan jumlah tahanan yang overload alias melebihi kapasitas.

“Keluhan tentang over capacity ini kan sudah lama kita dengar. Kedapan perlu dievaluasi tentang kelayakan jumlah tahananya, agar potensi bahaya bisa diminimalisir,” kata Tengku.

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD pun mengakui bahwa beberapa Lapas di tanah air memang overload alias melebihi kapasitas pada kamar-kamar yang dihuni napi, oleh sebab itu ia juga mengatakan rencana pembangunan lapas baru di atas tanah yang tersangkut kasus BLBI.

“Kami rencana segera bangun lapas-lapas baru karena lapas yang ada sudah melebihi kapasitas,” ujar Mahfud saat gelar konferensi pers di Lapas Klas I Tangerang, Rabu (08/09) sore. (GUNG/ZIE)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek