Politik
Rabu 10 Juli 2019 21:52
Vivi Sumantri Jayabaya. (FOTO: IST)
\"Share

BANTENEXPRES - Mahkamah Konstitusi (MK) Resmi menyidangkan perkara hasil pemilihan umum (Pemilu) 2019 termsuk untuk DPR/DPRD wilayah Banten, yang dilayangkan oleh Pemohon dari PDIP, Partai Nasdem, Partai Demokrat dan PKB, Rabu, (10/07).

Sidang panel II yang dipimpin oleh Hakim Aswanto dengan anggota Saldi Isra dan Manahan Sitompul, digelar sekira pukul 14.00 WIB.

Dalam persidangan PHPU Wilayah Banten tersebut adalah diketahui bahwa Perkara Nomor 54-14-16/PHPU.DPR-DPRD/XVIII/2018 Dapil Banten I merupakan perkara selisih internal partai Demokrat, dimana pemohonnya adalah Vivi Sumantri Jayabaya, anggota DPR RI dari partai Demokrat, merupakan kerabat dari Mulyadi Jayabaya (Mantan Bupati Lebak ).

Sementara pihak terkait pada perkara tersebut adalah, Rizki Aulia Rahman Natakusumah merupakan putra dari Bupati Pandeglang Irna Narulita dan Dimyati Natakusumah yang juga mantan Bupati Pandeglang.

Pada persidangan pendahuluan tersebut, kuasa hukum partai Demokrat, Natalie Sahetapy mengungkapkan salah satu dalil pokok-pokok permohonan, bahwa pemohon menemukan selisih suara.

"Berdasarkan hasil penyandingan data C1 dan DAA1, kami menemukan selisih suara sebanyak 3000 Suara di 26 Kecamatan 68 Kelurahan dan 137 TPS di Kabupaten Pandeglang," ungkapnya.

Pada pokok permohonan lainya, Pemohon menduga adanya penggiringan aparatur desa di Kabupaten Pandeglang untuk memenangkan caleg partai Demokrat Nomor urut 2, yakni Rizki Aulia Rahman Natakusumah.

"Bahwa pelaksanaan pemilihan umum tahun 2019 di Kabupaten Pandeglang tidak menjamin asas Pemilu yang jujur dan adil karena tindakan pelanggaran yang sistematis, terstruktur, dan massif," jelas kuasa hukum Pemohon saat membacakan dalil-dalil permohonan.

Hadir dalam persidangan, prinsipal Pemohon Vivi Sumantri Jayabaya terlihat tenang  mengikuti jalannya persidangan pendahuluan.

Baca Juga: Pemilu 2019, Klan WH Tumbang Klan Atut Melenggang

Vivi mempersoalkan pelaksanaan Pemilu Legislatif 2019 di wilayah Kabupaten Pandeglang penuh dengan pelanggaran yang bersifat sistematis, terstruktur, dan masif. Pelanggaran tersebut menguntungkan Rizki. Menurutnya perolehan suara Rizki tidak wajar, sedangkan perolehan suara Vivi berkurang.

KPU (Termohon) menetapkan perolehan suara Vivi sebanyak 53.446, dan perolehan suara Rizki 56.123 suara. "Saya hanya mencari keadilan secara konstitusional untuk memperjuangkan suara masyarakat yang diamanahkan untuk saya yang tiba-tiba hilang," kata Vivi seusai persidangan.

Vivi meminta agar Rizki didiskualifikasi. Selain itu, meminta penetapan perolehan suara Vivi sebanyak 56.446 suara, dan perolehan suara Rizki sebanyak 53.123 suara. Kemudian menetapkan Vivi sebagai Calon Anggota DPR dari PD yang terpilih dari Dapil Banten I. (DE/ZIE)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek