Kesehatan
Kamis 18 Januari 2018 19:26
Seorang siswi SD tengah diberikan faksinasi anti Difteri. (FOTO: Istimewa)
\"Share

SERANG - Cakupan Outbreak Response Immunization (ORI) atau lebih dikenal imunisasi difteri di Provinsi Banten sudah melebihi 2,4 juta atau tepatnya 2.469.436 orang. Kepala Seksi Surveillence, Imunisasi dan Krisis Kesehatan pada Dinkes Provinsi Banten, Rostina mengatakan, jumlah cakupan keseluruhan target yang harus dicapai Dinas Kesehatan diberikan waktu hingga akhir bulan Januari 2018 sebanyak 3.053.988.

“Dengan capain tersebut, berarti program yang juga digalakan di sejumlah daerah lainnya tersebut telah tercapai 80 persen dari target imunisasi sebanyak 3.053.988. Dan saya optimis target bisa tercapai," jelas Rostina dalam keterangannya, Kamis (18/01).

Pihaknya juga terus memantau perkembangan dari program tersebut dari Dinas Kesehatan kabupaten/kota di Banten.

Dalam menjalankan program imunisasi ini, selain dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota, pihak-pihak lain pun dilibatkan, misalnya, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI).

Data Dinas Kesehatan Provinsi Banten, cakupan imunisasi difteri hingga Rabu (17/01) dengan rincian sebagai berikut, Kabupaten Tangerang dari sasaran 1.192.124 cakupan yang sudah diimunisasi sebanyak 1.032.592 atau 86,62 persen. Kabupaten Serang dari sasaran 526.270 cakupan imunisasi sebanyak 427.882 atau 81,30 persen.

Kemudian, Kota Tangerang dari total target cakupan sebanyak 618.509 cakupannya mencapai 469.724 atau 75,59 persen. Untuk Kota Serang dari sasaran sebanyak 238.491 cakupan imunisasi sebanyak 196.235 atau 82,28 persen.

Sedangkan, Kota Tangsel dari total cakupan 478.594 cakupan imunisasi mencapai 343.003 atau 71,67 persen. Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Banten Sigit Wardojo mengatakan, program imunisasi ini berdampak signifikan terhadap jumlah kasus difteri di Provinsi Banten.

Menurutnya, jumlah kasus difteri di Provinsi Banten saat ini cenderung menurun dibanding November-Desember 2017. "Banten sudah menurun setelah kita melakukan gerakan ORI. Pasien yang sempat dirawat inap sekarang sudah banyak yang sembuh dan pulang, sekarang tinggal sedikit," kata Sigit.

Untuk diketahui, Difteri adalah infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta terkadang dapat memengaruhi kulit. Penyakit ini sangat menular dan termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa.

Menurut World Health Organization (WHO), tercatat ada 7.097 kasus difteri yang dilaporkan di seluruh dunia pada tahun 2016. Di antara angka tersebut, Indonesia turut menyumbang 342 kasus. Sejak tahun 2011, kejadian luar biasa (KLB) untuk kasus difteri menjadi masalah di Indonesia.

Tercatat 3.353 kasus difteri dilaporkan dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2016 dan angka ini menempatkan Indonesia menjadi urutan ke-2 setelah India dengan jumlah kasus difteri terbanyak. Dari 3.353 orang yang menderita difteri, dan 110 di antaranya meninggal dunia. Hampir 90% dari orang yang terinfeksi, tidak memiliki riwayat imunisasi difteri yang lengkap. (TON)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek