Ekonomi
Kamis 19 November 2020 08:17
Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy. (BantenExpres | Azie Stianegara)
\"Share

SERANG - Sebagai daerah yang memiliki potensi sektor pertanian yang sangat melimpah, Pemerintah Provinsi Banten berharap agar Perempuan Tani HKTI melalui Gerakan Tanam Serentak secara tidak langsung dapat meningkatkan minat generasi muda Banten pada wirausaha pertanian.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy dalam telekonferensi Gerakan Tanam Serentak Nasional Perempuan Tani (PT), Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) 2020, di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Rabu (18/11/).
 
Diketahui Gerakan Tanam Serentak Nasional yang diikuti Perempuan Tani HKTI seluruh Indonesia  melakukan penanaman di wilayahnya masing-masing tersebut dipusatkan di Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang. Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Umum Perempuan Tani HKTI Dian Novita Susanto dan dihadiri secara virtual oleh Ketua Umum HKTI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko.

Menurut Wagub, gerakan tersebut dapat menginspirasi generasi muda untuk tertarik pada  dunia pertanian serta  menggeluti profesi petani dan wirausaha pertanian.

Andika juga mengatakan, untuk menjaring potensi dan energi pemuda dalam wirausaha pertanian, diperlukan kebijakan dan program kegiatan yang komprehensif dan terintegrasi dengan pembangunan perdesaan serta berkelanjutan.

“Di Banten sebetulnya kita punya Bagas Suratman, anak muda yang mengelola lahan pertanian perkotaan seluas 26 ha di Kampung Rawa Lini, Teluk Naga. Di atas lahan yang letaknya 2 kilometer dari Bandara Soekarno Hatta itu, dengan dibantu oleh masyarakat sekitar, ia menanam 30 jenis komoditas sayuran dan buah-buahan,” tutur Wagub seraya menyebut Bagas dapat menjadi inspirasi bagi anak muda lainnya.

Provinsi Banten merupakan salah satu provinsi penghasil beras dengan total luas lahan sawah sebesar 04.335 Ha, sambung dia.

"Berdasarkan hasil penghitungan BPS menggunakan metode KSA (Kerangka Sampel Area), Provinsi Banten menduduki posisi ke-10 sebagai provinsi penghasil beras Ttertinggi nasional di tahun 2019 dengan produksi beras sebesar 843.000 ton," ungkapnya.
 
Masih menurut Wagub, berdasarkan Data Neraca Ketersediaan dan Kebutuhan Beras Periode Bulan Januari - Desember 2020, sampai dengan akhir tahun 2020 ketersediaan beras di Provinsi Banten surplus sebesar 105.314 ton.

Berdasarkan data tersebut, Provinsi Banten mampu memasok beras ke DKI Jakarta sebesar 15.518 ton per bulan selama bulan Juli – Desember 2020, dengan tetap menjaga cadangan persediaan untuk konsumsi. (MUH)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek