Hukum_Kriminal
Jumat 06 Maret 2020 11:06
Warga Kota Tangerang melakukan aksi di depan Pengadilan Negeri Kota Tangerang, menuntut keadilan. (BantenExpres | Azie Stianegara)
\"Share

TANGERANG - Pembebasan lahan milik 27 Kepala Keluarga (KK) untuk proyek JORR 2, di Kelurahan Jurumudi, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, terkatung-katung selama tiga tahun.

Terkait hal itu, puluhan warga pemilik lahan melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Pengadilan Negeri (PN) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Tangerang, di Tangerang, Kamis (05/03).

Warga melakukan protes keras dengan membawa keranda mayat dan sejumlah poster bahkan mengibarkan bendera kuning, sebagai bentuk matinya rasa keadilan.

Koordinator aksi, Saipul Basri mengatakan pembebasan lahan itu akan dibangun Jalan Tol Jakarta-Kunciran-Cengkareng atau JORR 2 oleh Pemerintah Pusat.

“Pembebasan lahan itu dimulaipada tahun 2017 lalu. Pada saat itu lahan sawah saja dibayar Rp 7,2 juta per meter. Namun anehnya, lahan darat harganya beda-beda, ada yang Rp2,3 juta, ada juga yang Rp2,6 dan Rp2,8 juta per meter,” ungkapnya kepada awak media seusai aksi.

BACA JUGA: Banjir, Warga Cipondoh Adukan Kavling DPR Ke DPRD Kota Tangerang

Dijelaskannya, ada warga yang setuju dengan lahan darat yang bervariasi itu. Namun, sebanyak 27 KK meminta harga sawah dengan darat disamakan. Tapi sejak tahun 2017 hingga 2020 ini, tidak ada kejelasan dari tim pembebasan lahan.

“Walaupun sekarang sudah tahun 2020, warga tetap minta harga lahan darat dan sawah disamakan. Seharusnya harga itu sudah berubah lagi. Namun permintaan warga tetap tidak berubah,” ujar dia.

“Berdasarkan putusan hakim hari ini, Kamis (05/03), gugatan warga ditolak. Sebelum kami aksi ke BPN, kami sempat mengawal putusan itu dengan melakukan aksi di pengadilan,” ujarnya.

Dia menegaskan, tim pembebasan lahan harus mengakomodir keinginan warga. Jika tidak diakomodir warga bakal sengsara karena tidak akan mampu lagi membeli lahan di sekitarnya.

“Kalau warga menjual rumah dan lahannya dengan harga Rp2,6 misalnya, jelas mereka bakal sengsara dan menderita,” demikian pria yang kerap mengkritisi kebijkan-kebijakan para penguasa. (BUD)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek