Hukum_Kriminal
Kamis 30 September 2021 22:26
Ilustrasi - Tempat-tempat prostitusi tak lagi mengenal tempat dan waktu dimana pun jadi. (FOTO: Dok-Istimewa)
\"Share

BANTENEXPRES - Masyarakat Kampung Kebon Jali, Kelurahan Selapajang, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, mengaku selama ini resah dengan adanya kegiatan prostitusi yang tak jauh dari tempat tinggal mereka. Ironisnya, lahan yang digunakan sebagai tempat prostitusi tersebut merupakan aset milik PT Angkasa Pura II.

Meski sudah sering kali dilakukan razia oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang. Namun, Kegiatan yang dilarang di kota yang berjuluk Akhlakul Karimah tersebut diduga kuat masih terus berjalan.

"Saya juga bingung pak, padahal satpol PP sering melakukan razia ditempat tersebut, tapi masih saja setiap malam lokasi itu dijadikan tempat mangkalnya para pekerja seks komersial (PSK)," ujar Andri warga kampung Kebon Jali kepada BantenExpres, Kamis (29/09).

Sudah seharusnya sambung dia, pihak yang memiliki lahan dalam hal ini PT Angkasa Pura II dapat mengambil sikap dengan cara melakukan tindakan pemagaran agar lahan yang menjadi aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu, tidak dijadikan sebagai sarangnya prostitusi.

"Kami minta pihak Angkasa Pura untuk segera mengambil sikap supaya lahannya tidak dijadikan tempat pelacuran lagi. Karena kami sudah sangat resah dengan adanya kegiatan tersebut," ujarnya.

Sementara itu, BantenExpres mencoba melakukan konfirmasi melalui sambungan telepon kepada salah satu petugas bagian aset PT  Angkasa Pura II. Namun, sayangnya sampai berita ini di publish belum juga ada jawaban dari petugas tersebut. (MAN)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek