Kesehatan
Senin 29 Oktober 2018 08:26
WHO ungkap polusi udara setidaknya membunuh 7 juta orang pertahun. (FOTO: BBC | Ilustrasi)
\"Share

BANTENEXPRES – Polusi udara dilaporkan mengakibatkan gangguan pernapasan yang membunuh tujuh juta orang per tahun dan berdampak pada miliaran penduduk lain.

Dilansir laman Dailymail.co.uk, 28 Oktober 2018, WHO mengatakan 90 persen lebih penduduk dunia menderita gangguan akibat polusi udara beracun yang memiliki efek drastis pada kesehatan, terutama pada anak-anak.

Bahaya udara beracun terhadap penduduk dunia dianggap sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat kata direktur WHO.

Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, direktur jenderal WHO, mengatakan dunia telah mengubah sudut pandang terhadap tembakau.

“Sekarang ini harus melakukan hal yang sama untuk "tembakau baru", yakni udara beracun yang menganggu pernapasan miliaran orang," ucapnya.

Tidak seorang pun, kaya atau miskin, dapat terhindar dari polusi udara. Ini adalah keadaan darurat kesehatan masyarakat yang diam, sambung Tedros.

Menurtunya, anak-anak dan bayi, yang tubuhnya masih berkembang, adalah yang paling berisiko dari udara beracun. Sekarang ada 300 juta orang yang tinggal di tempat-tempat di mana asap beracun enam kali di atas garis batas pedoman internasional.

Dr Maria Neira, direktur WHO untuk kesehatan masyarakat dan lingkungan, juga mengatakan, pihaknya harus bertanya apa yang akan dilakukan kepada anak-anak di dunia.

“Dan jawaban yang saya takutkan itu sangat jelas: kami mencemaskan masa depan mereka, dan ini sangat mengkhawatirkan bagi kita semua," kata Dr Maria.

Sebagian besar daerah perkotaan di Inggris memiliki tingkat polusi udara ilegal dan menyebabkan lebih banyak kematian per tahun daripada tembakau.

Para peneliti berpikir bahaya yang diketahui pasti, disebabkan oleh polusi udara, yang bisa memicu gangguan kesehatan seperti serangan jantung dan penyakit paru-paru. Bagaimana dengan tingkat pencemaran polusi udara di Indonesia?. (TMP)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek