Berita Foto
Senin 20 November 2017 16:23
[Alternative text]

Museum Rekor Indonesia (MURI) memberikan penghargaan kepada Tapak Karuhun Banten atas pertujukan seni Debus Al-Maddad dengan peserta terbanyak, Ahad (19/11). (BantenExpres | Azie Stianegara)

[Alternative text]

Para pesilat dari ragam peguron di Banten mainkan Debus secara serentak di Kota Serang pada acara Tapak Karuhun Banten, Ahad (19/11). (BantenExpres | Azie Stianegara)

[Alternative text]

Para pendekar dari ragam peguron di Banten mainkan Debus secara serentak di Kota Serang pada acara Tapak Karuhun Banten, Ahad (19/11). (BantenExpres | Azie Stianegara)

[Alternative text]

Paku Banten, ikon permainan debus asal Banten ini. (BantenExpres | Azie Stianegara)

[Alternative text]

Seorang pemain debus tengah mainkan goloknya dengan mengarahkan ke lidahnya. (BantenExpres | Azie Stianegara)

[Alternative text]

Permainan golok selalu jadi pertujukan fenomenal debus asal Banten. Adegan profesional jangan ditiru, berbahaya. (BantenExpres | Azie Stianegara)

[Alternative text]

Debus Al-Maddad dimainkan secara serentak oleh ribuan pendekar/pesilat di Banten, Ahad (19/11). (BantenExpres | Azie Stianegara)

[Alternative text]

Permaina debus asal Banten ini kerap sajikan pertujukan kekebalan tubuh atas benda tajam, seperti golok dan lainnya. (BantenExpres | Azie Stianegara)

[Alternative text]

Seorang pemain debus tengah mempertujukan permainan goloknya pada acara Tapak Karuhun Banten, dan MURI berikan penghargaan atas Debus Al-Maddad dengan peserta terbanyak, Ahad (19/11). (BantenExpres | Azie Stianegara)

\"Share
Berita Terkait

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

Bantenpost 2010 - 2013     develop by mitra-tek.com