Home - Lapsus - Nasional - Politik - Hukum - Ekonomi - Olah Raga - Pendidikan - Kesehatan

Dzikir Dan Takbir Sesaki Aksi 212

Jumat 02 Desember 2016 21:08

Dibawah guyuran hujan tak menyurutkan peserta aksi damai 212 untuk melaksanakan Sholat Jumat di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (02/12). (FOTO: Azie Stianegara)

BANTENEXPRES – Kumandang dzikir dan takbir tak henti-hentinya menggema seantero kawasan Monas Jakarta, membuat bulu kudu berdiri hati bergetar tangis pun pecah, bahagia. Demikianlah yang dapat rasakan oleh (saya) juga dengan jutaan ummat Islam pada acara aksi damai bela Islam jildi III atau yang popular disebut aksi super damai 212 pada Jumat (02/12) ini. Betapa tidak, gemuruh lautan manusia yang memadati Masjid Istiqlal dan kawasan Monumen Nasional (Monas) pada hari itu bisa dikatakan sebagai aksi yang hebat dan luar biasa untuk bangsa ini, khususnya bagi massa yang langsung ikut dalam aksi tersebut.

Para ulama silih berganti melakukan orasi agama alias ceramah dihadapan massa aksi, sebut saja Dai kondang Abdulah Gymnastiar, Arifin Illham, Bachtair Natsir, Habib Rizieq dan lainnya diatas panggung utama bela Islam jilid III yang diprakarsasi oleh GNPF-MUI (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI) yang tergabung didalamnya ormas-ormas Islam serta elemen masyarakat lainnya.

Saat dzikir dan takbir berkumandang, nampak sangat jelas terekam massa aksi (jemaah) terlihat begitu terharu bahkan beberapa diantara mereka tak kuasa menangis sembari berdizikir dan bertakbir kepada Allah SWT siang itu. Tak lupa, jemaah aksi bersama para ulama menyanyikan lagu Indoniesia Raya yang semakin menggetarkan suasana hari Jumat itu.

Puncaknya, aksi 212 yang yang juga disebut sebagai aksi ummat Islam doa bersama ini, tiba saat waktu untuk menunaikan Sholat Jumat dibawah guyuran hujan. Sekali lagi, massa aksi justru terlihat semakin bersemangat bertakbir dan berdzikir sebelum menunaikan sembahyang. Hujan hari itu tak menyurutkan para jemaah untuk bergeser dari tempat duduknya. Sajadah dan lainnya digelar membuat suasana semakin haru.

Azdan berkumandang dan tiba-tiba Presiden Joko Widodo bersama Wapres Jusuf Kalla, Menteri Agama Lumkan Saeffuidin, Polhukam Wiranto dan rombongan istana hadir ditengah-tengah aksi massa untuk ikut bersama menunaikan ibadah Sholat Jumat. Lagi-lagi disambut pekik takbir oleh para jemaah aksi, “Allahuakbar… Allahuakbar...  Allahuakbar...” dan semakin riuh suasana haru nan bahagia, tergambarkan disana.

Meski dibawah guyuran hujan, jemaah (aksi massa) terlihat sangat antusias menjalankan Sholat Jumat, seperti antusiasnya para juru kamera dan berbagai awak jurnalis dari ragam media, TV, Cetak dan Online yang sejak pagi meliput "aksi damai 212". Sementara Panglima Besar FPI Habib Rizieq Shihab menjadi Khotib pada Sholat Jumat itu.

Aksi damai 212 dan Sholat Jumat yang mungkin akan menjadi catatan sejarah bagi bangsa ini mungkin juga didunia, karena aksi dan sholat Jumat yang paling banyak diikuti massa, tak ada yang bisa menjelaskan perisitiwa hari ini (Jumat 212 –red) berapa jiwa yang mengikuti, ditaksir mencapai jutaan orang. Dan sekali lagi, mungkin akan terukir indah bagi perjalanan bangsa ini, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Rasanya, moment hari ini (aksi damai 212) bisa mencatat atau raihan sebagai aksi massa yang fenomeal, dahsyat, tidak akan terlupakan oleh siapapun terutama bagi mereka yang ikut serta pada hari itu. Betapa tidak, aksi damai 212 ini yang sebelumnya banyak sekali memunculkan opini dari berbagai kalangan, bahwa aksi tersebut hanyalah aksi yang bermuatan politik. Faktanya aksi itu benar-benar murni dari kehendak hati rakyat dari seluruh penjuru tanah air, berbagai massa berduyun-duyun datang ke Ibu Kota Jakarta dari berbagai daerah dengan menggunakan bermacam kendaran. Meski terdengar kabar, saat keberangkatan banyak pula yang mendapatkan intimidasi, rintangan dan hambatan lainnya.

Kedua, yang membuat “aksi damai 212” ini sangat dramatis ialah, saat peserta aksi dari santri Ciamis Jawa Barat yang begitu rela dan ikhlas berjalan kaki (longmarch) menuju Jakarta untuk bergabung bersama saudara-saudara seiman tanpa kenal lelah dan akhirnya mampu menginjakan kakinya di Ibu Kota (Monas) bergabung bersama peserta aksi lainnya dengan sambutan haru dan tangis bahagia. Dan mungkin masih banyak moment-moment haru dan dramatis yang tidak terekam.

Akhirnya, perjuangan ummat Islam ini semoga diberikan keberkahan dan keridhoan dari sang maha kuasa, sang maha pencipta alam semesta ALLAH SWT. Doa dan dzikir oleh masyarakat negeri ini pula, yang insya Allah akan membawa dan membangkitkan rasa persatuan dan persaudaran antar anak bangsa dengan baik tanpa ada unsur paksaan maupun politik, murni membela agama demi menegakan keadilan serta dapat memperkuat bangsa INDONESIA, Amin Allahumma Aaminn. (ZIE)

Comments


Explore our site

Home

Gallery

About

Contact

facebook twitter linkedin gplus youtube tumblr pinterest