Gatot Ngotot Tolak Pilkada Lewat DPRD: Kita Tegak Lurus!
Jumat 23 Januari 2026 15:22
Gatot Wibowo, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang dalam kesempatan memberikan keterangan kepada awak media. (FOTO: dok-BantenExpres)
BANTENEXPRES - Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang, Gatot Wibowo menegaskan partainya tegak lurus menolak pemilihan kepala daerah alias Pilkada dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang diwacanakan pemerintah.
Gatot mengatakan, penolakan itu tidak hanya datang sesuai keputusan DPP partai tetapi juga mendengarkan suara dari arus bawah.
"Kiita mendengarkan suara dari bawah yang dominan tetap menginginkan Pilkada langsung ditangan masyarakat," kata Gatot kepada BantenExpres, ditemui di ruang Fraksi PDIP DPRD Kota Tangerang, Selasa (20/01).
Pilkada langsung menurutnya mencerminkan keterwakilan. Kalau pun bicara sila keempat, kata dia, hal tersebut sudah ada dalam ruang legislatif, tidak eksekutif.
Diketahui, munculnya wacana Pilkada lewat DPRD salah satunya terkait cost politic yang membengkak tinggi dalam setiap pelaksanaan Pilkada langsung.
Menurut Gatot, pandangan tersebut sebenarnya ada pada ranah penyelenggara pemilu. Oleh karenanya, Ia menyarankan harus duduk bareng antara penyelenggara pemilu, pemerintah maupun legislatif tingkat pusat.
"Termasuk para akademisi. Tinggal dihitung berapa beban biaya pemilu itu seperti apa," ucap Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Tangerang ini.
Sementara menurut dia, persoalan cost politic yang tinggi pada pelaksanaan Pilkada langsung, Gatot mengatakan hal itu relatif dan melihatnya dari berbagai sudut pandang.
"Prinsipnya kami, PDI Perjuangan tegak lurus terhadap keputusan partai. Kedua, suara dari bawah pun menghendaki itu [Pilkada langsung] itu yang kami dengar ditengah-tengah masyarakat," paparnya.
"Kita berharap Pemilu/Pilkada langsung itu tetap dipertahankan," sambung Gatot menegaskan meski pemerintah dan DPR RI telah menyatakan tidak ada pembahasan revisi Pilkada yang masuk Prolegnas di 2026.
Sikap PDI Perjuangan tersebut imbuh Gatot tak lain karena aspirasi masyarakat yang menghendaki bahwa Pilkada harus tetap langsung tidak melalui DPRD.
"Jelas kami menolak [Pilkada lewat DPRD]. Prinsipnya, demokrasi adalah suara rakyat diatas segalanya. Ketika rakyat menghendaki pilkada diselenggarakan langsung ya sebaiknya secara langsung," kata dia.
"Kita konsisten sampai nanti. kita konsisten tegak lurus. Tanyakan aja sama rakyat di bawah, pasti ingin pilkada secara langsung," tutup Gatot menjawab saat disinggung akankah penolakan PDIP sampai 2029 nanti.
(ZIE/GUNG)
Comments