Gubernur Banten Silih Berganti, Warga Periuk Kecewa Banjir Masih Melanda
Senin 26 Januari 2026 15:23
Gubernur Banten Andra Soni didampingi Wali Kota Tangerang Sachrudin berbincang dengan warga pengungsi banjir Periuk. (FOTO: dok-BantenExpres)
BANTENEXPRES - Banjir membawa duka pedih dan meninggalkan keprihatinan yang amat dalam bagi 286 kepala keluarga, dan sekitar 860 jiwa warga Periuk Damai RW 08, Kelurahan Periuk, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang.
Bagaimana tidak? Banjir rutin melanda setiap lima tahun sekali di wilayah ini. Beberapa wilayah di Kecamatan Periuk kerap dilanda banjir setiap musim penghujan tiba membuat lumpuh aktivitas warga.
Di awal tahun 2026 ini, banjir parah kembali melanda dengan ketinggian air mencapai satu meter hingga empat meter sejak diguyur hujan Kamis-Jumat lalu. Bahkan sebagian rumah-rumah warga nyaris tenggelam.
Ketua RW 08 Periuk Damai, Heribertus menyatakan kekecewaanya terhadap Gubernur Banten Andra Soni yang sampai hari Minggu belum terlihat hadir melihat kondisi warga terdampak banjir.
Heri mengatakan, dirinya mendapatkan kabar bahwa Gubernur Banten Andra Soni akan datang ke Periuk Damai RW 08 pada hari itu, namun ternyata gagal.
"Saya kemarin agak kecewa, Pak Gubernur Banten akan hadir atau datang ke Periuk Damai ternyata gagal," kata Heri kepada awak media ini ditemui di posko pengungsian banjir, Masjid Jami Al-Jihad, Minggu (25/01) sore.
Heri tidak mengetahui alasan kenapa Gubernur Banten membatalkan kunjunganya ke Periuk Damai RW 08 yang terdampak parah akibat banjir.
Ia mengatakan, bersama seluruh warga Periuk meminta kepada pemerintah untuk mengeruk danau Situ Bulakan dan meninggikan akses jalan. Lantaran setiap musim hujan tiba danau tersebut tidak kuat menampung debet air.
"Tolong itu direalisasikan dan bener-bener ditindak lanjutin agar supaya warga tidak selalu resah setiap musim hujan," pinta dia.
Heri menyatakan, di setiap forum Musrembang usulan-usulan terkait danau Situ Bulakan selalu disampaikan. Namun, hingga kini belum terealisasi.
Selain itu, lanjut Heri, banjir yang menimpa wilayahnya juga akibat imbas jebolnya tanggul atau pembatas antara RW 13 dan RW 08. Kata dia, tanggul pembatas tersebut sudah jebol sebanyak tiga kali karena debit air yang tinggi.
Heri mengungkapkan, banjir pada tahun 2026 ini lebih parah ketimbang banjir yang terjadi pada tahun 2021 silam. "Parahan ini. Kalau dulu kayak rumah saya sendiri itu tidak sampai plafon. Tapi sekarang airnya sampai lewat plafon," ungkap Heri.
Lebih lanjut Heri mengatakan, jika Gubernur Banten datang ke Periuk Damai, ia hanya ingin menyampaikan keinginan warga masyarakat, agar danau Situ Bulakan dikeruk jalan ditinggikan.
Ia bilang, usulan-usulan di forum RW Periuk agar terealisasi dan menjadi kenyataan bukan hanya janji-janji belaka.
"Faktanya di awal tahun 2026 ini belum ada jawaban, kapan sih jalan ditinggikan atau danau Situ Bulakan dikeruk," ujarnya lagi.
Dirinya bersama seluruh warga masyarakat Periuk yang kerap dilanda banjir berharap tidak was-was setiap musim penghujan tiba. Bagaimana agar supaya banjir hilang.
"Karena kata pemerintah kota, itu (Situ Bulakan) gak bisa dibangun, itu wewenang provinsi. Tapi faktanya pemerintah provinsi kurang respon menurut saya," tuturnya.
"Intinya cuman satu yang saya minta mungkin seluruh warga Periuk, biar gak banjir danau Situ Bulakan itu gimana caranya dikeruk dan ditinggiin jalannya," tegasnya.
Heri juga menyampaikan, sampai Gubernur Banten berganti dari Wahidin Halim (WH) ke Gubernur Andra Soni, sampai sekarang belum ada realisasi, terkait Situ.
Bahkan Ia menyentil suara Andra Soni di Periuk mutlak 80 persen menang pada Pilkada 2024 yang lalu. Tapi sekali pun belum pernah ke Periuk.
Heri kecewa lantaran Gubernur Banten Andra Soni tidak jadi datang pada hari Minggu (24/01) itu. Padahal, banyak yang ingin ia sampaikan kepada orang nomor satu di Tanah Jawara itu.
"Kita bukan meminta janji-janji atau minta yang lebih, enggak. Saya cuman minta satu tuh khususnya buat warga Periuk, di perhatikan," kata Heri.
Senanda disampaikan Ketua RT 01/08, Kastiah (60). Ia mengaku miris banjir rutin terus melanda wilayahnya dan berharap keinginan warga cepat terealisasi.
Kastiah yang sudah tinggal di RW 08 sejak tahun 90-an ini mengaku sudah capek lantaran banjir terus menghantui setiap musim hujan tiba. Belum lagi pasca banjir warga akan kembali capek, ribet.
Meski demikian, ia mengatakan pemerintah sudah hadir memberikan kebutuhan warga terdampak banjir. Seperti penyediaan bahan makanan dan obat-obatan.
"Kita berharap pemerintah dan wakil-wakil rakyat, kita diperhatikan lebih baik lagi kedepannya," ujar Kastiah dengan raut muka nampak lelah.
Sebelumnya, diketahui Gubernur Banten Andra Soni didampingi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin-Maryono meninjau titik-titik banjir dan posko pengungsian di kawasan Gebang Total Persada, pada Sabtu (24/01).
Dalam kesempatan itu, Andra Soni berharap kondisi banjir segera surut sehingga masyarakat terdampak dapat kembali ke rumah masing-masing. Terkait langkah tindak lanjut penanganan banjir, Andra Soni mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan rapat koordinasi lanjutan.
Rapat ini akan melibatkan seluruh pihak teknis, baik dari pemerintah kabupaten/kota maupun balai teknis yang bertanggung jawab atas aliran sungai. Langkah tersebut bertujuan mengevaluasi pelaksanaan program penanganan banjir yang telah direncanakan sejak tahun 2025.
(ZIE/GUNG)
Comments