Kerajaan Ubur-Ubur di Banten Menyesatkan
Senin 13 Agustus 2018 20:11
MUI Kota Serang dan kepolisian sambangi Kerajaan Ubur-ubur. (FOTO: Dok-MUI Serang)
SERANG – Polres Serang Kota menghentikan aktivitas sekte ‘Kerajaan Ubur-ubur’ yang diduga kuat menganut aliran dan ajaran sesat hingga meresahkan warga sekitar. Kerajaan itu dipimpin oleh pasangan suami-istri yang mengaku sebagai jelmaan dari Nyi Roro Kidul.
Pengikutnya yang mayoritas merupakan warga Jawa Timur dan Jawa Tengah itu kini diperiksa di Mapolresta Serang. "Sementara kami hentikan kegiatan, belum diperlukannya tindakan pengamanan. Kita akan kaji lebih dalam bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI)," jelas Kapolresta Serang AKB Komarudin, Senin (13/08).
Di rumah pasangan suami istri itu, polisi menyita catatan soal struktur organisasi Kerajaan Ubur-ubur. Kerajaan ini kerap didatangi oleh pengikutnya setiap Kamis malam atau malam Jumat hingga waktu subuh.
Pasangan suami istri itupun dikenal warga jarang bersosialisasi dan tak pernah shalat berjama'ah di Masjid ataupun Mushola dekat rumahnya yang baru ditinggalinya sekitar dua tahun.
"Mereka mengaku Islam, namun melakukan kegiatan yang tidak lazim. Misalnya mereka bilang Allah SWT memiliki makam, ini yang jelas tidak masuk akal menurut ajaran Islam," terang Komarudin kepada wartawan.
Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang menilai ajaran Kerajaan Ubur-ubur tidak sesuai dengan ajaran Islam.
"Kerajaan Ubur-ubur didirikan dan dibangun disebuah rumah di Lingkungan Tower Indah Sayabulu RT 02/RW 07 sudah lengkap dengan struktur dan ajaranya, diduga mengajarkan aliran menyimpang sehingga membuat resah masyarakat sekitar," terang Sekretaris MUI Kota Serang, Amas Tadjuddin dalam keterangan tertulisnya.
Dari hasil keteranganya, Tadjuddin mengungkapkan, Kerajaan Ubur-ubur mengajarkan bahwa Nabi Muhammad adalah seorang Wanita. Pemimpin Kerajaan Ubur-ubur Aisah Tusalamah Baiduri Intan, kata dia, bahkan menegaskan bahwa alasan Hajar Aswad diciumi orang banyak karena bentuknya mirip kelamin wanita.
Tidak hanya itu, Kerajaan Ubur-ubur juga menyebut Ka'bah bukan Kiblat untuk salat, melainkan hanya rumah Nabi tempat pemujaan, serta percaya kepada Nyi Ratu Kidul sebagai bukti iman kepada yang gaib.
Dia menambahkan, perwakilan MUI Kota Serang dan Polres Serang telah mendatangi kediaman Aisah pada Senin (13/8) siang. Dalam pertemuan berupa mediasi itu, pihaknya justru diusir begitu saja. "Saat kami luruskan keyakinan ibu Aisah yang sesat itu, dia marah marah emosi dan menjerit jerit mengusir kami " tutup Tadjuddin. (MUH)
Comments