Home - Lapsus - Nasional - Politik - Hukum - Ekonomi - Olah Raga - Pendidikan - Kesehatan

Tangerang Raya Banjir, Gubernur Banten Gelar Rakor Lintas Sektor

Selasa 27 Januari 2026 08:41

Anak-anak bermain di luapan air kawasan Total Persada Periuk pada Minggu (25/01) usai banjir mulai surut. (FOTO: dok-BantenExpres)

BANTENEXPRES - Gubernur Banten, Andra Soni memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Banjir wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan di Kantor Gubernur Banten, Kota Tangerang Selatan, di Balai Latihan Kerja Serpong, Kota Tangsel, Senin (26/01). 

‎Rakor dihadiri Wali Kota Tangerang Sachrudin, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid dan jajaran terkait. 

‎Rapat tersebut merupakan tindak lanjut evaluasi bencana banjir di Provinsi Banten, dengan menetapkan normalisasi sungai sebagai prioritas utama penanganan.

‎"Kami berupaya mengoordinasikan langkah-langkah pascabanjir agar ke depannya permasalahan banjir dapat dimitigasi bersama. Kami melibatkan semua pihak untuk mencari solusi agar kondisi ini segera teratasi," terang Andra Soni.

‎Gubernur mengungkapkan bahwa rapat tersebut berfokus pada upaya kolektif dalam menangani banjir melalui kolaborasi lintas sektor.

‎"Kami bersepakat bersama balai, bupati, wali kota, dan pemerintah provinsi untuk mengerjakan hal-hal yang berdampak langsung, salah satunya adalah normalisasi sungai," tegasnya.

‎Normalisasi dipilih sebagai langkah awal karena hasil kunjungan lapangan menunjukkan adanya penyempitan aliran sungai (bottleneck) di sejumlah titik, serta keberadaan bangunan liar di bantaran sungai yang menghambat laju air.

‎"Kami juga meminta pandangan hukum dari Kantor Wilayah Pertanahan terkait status lahan. Tim teknis akan segera menindaklanjutinya mulai besok,” tambahnya.

‎Selain normalisasi, Andra menekankan pentingnya sinergi dalam penyesuaian atau revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

‎Ia berharap Kantor Wilayah Pertanahan dapat mendampingi proses tersebut guna memastikan tata ruang yang lebih tangguh terhadap bencana.

‎Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten, Arlan Marzan, menjelaskan bahwa pihaknya bersama BBWS C2 dan pemerintah daerah akan melakukan survei awal di Sungai Cirarab.

‎"Kami mengidentifikasi bangunan di sempadan sungai serta jalur akses alat berat untuk keperluan normalisasi di titik-titik penyempitan aliran sungai," kata Arlan.

‎Di tempat yang sama, Wali Kota Tangerang Sachrudin, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah kolaboratif tersebut demi meningkatkan upaya antisipasi dan mitigasi banjir, khususnya di wilayah Kota Tangerang.

‎"Alhamdulillah, setelah Pak Gubernur meninjau langsung kondisi genangan di wilayah Periuk yang disebabkan oleh luapan Kali Ledug dan Sungai Cirarab, dalam rakor tadi disepakati bahwa Kali Cirarab akan dinormalisasi. Saat ini telah terjadi penyempitan dan pendangkalan yang luar biasa, dari lebar sekitar 15 meter menjadi hanya 3 hingga 8 meter," ungkap Sachrudin.

‎Ia menambahkan, normalisasi Sungai Cirarab diyakini akan memperlancar aliran Kali Ledug sehingga mampu mengurangi genangan dan banjir secara signifikan di wilayah Periuk.

‎"Jika normalisasi dilakukan, saya optimistis aliran air akan jauh lebih lancar dan dampaknya, genangan maupun banjir di Periuk dapat berkurang secara signifikan," kata dia. 

‎Seperti diketahui, Tangerang Raya meliputi Kota Tangerang, Kota Tangsel dan Kabupaten Tangerang dilanda banjir akibat hujan deras yang mengguyur beberapa hari, pada pekan kemarin. 

‎(MUH/ZIE) 

Comments


Explore our site

Home

Gallery

About

Contact

facebook twitter linkedin gplus youtube tumblr pinterest