Home - Lapsus - Nasional - Politik - Hukum - Ekonomi - Olah Raga - Pendidikan - Kesehatan

Tinjau Banjir Periuk Kota Tangerang, Gubernur Banten Temukan Bangunan Penyebab Banjir

Sabtu 24 Januari 2026 22:07

Gubernur Banten bersama Wali Kota Tangerang didampingi pimpinan DPRD berbincang dengan warga pengungsi banjir di GOR Kecamatan Periuk. (FOTO: BantenExpres)

BANTENEXPRES - Gubernur Banten Andra Soni, meninjau sejumlah titik banjir dan posko pengungsian di Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Sabtu (24/01) siang. Dengan menggunakan perahu karet ia menyusuri kali Sabi yang debet air masih tinggi sekitar 1 meter. 

‎Dalam peninjauan tersebut, Gubernur didampingi Wali Kota Tangerang Sachrudin, Wakil Wali Kota Maryono, pimpinan anggota DPRD Kota Tangerang Andri S Permana, Turidi Susanto, Junadi serta jajaran perangkat daerah terkait hadir pula Ketua PMI Kota Tangerang Oman Jumansyah. 

‎Andra Soni berharap kondisi banjir segera surut sehingga masyarakat terdampak dapat kembali ke rumah masing-masing.

‎Gubernur menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus bersiaga selama kondisi cuaca masih berpotensi menimbulkan banjir.

‎Terkait langkah tindak lanjut penanganan banjir, Andra Soni mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan rapat koordinasi lanjutan.

‎Rapat ini akan melibatkan seluruh pihak teknis, baik dari pemerintah kabupaten/kota maupun balai teknis yang bertanggung jawab atas aliran sungai. Langkah tersebut bertujuan mengevaluasi pelaksanaan program penanganan banjir yang telah direncanakan sejak tahun 2025.

‎"Beberapa rencana telah mulai dieksekusi. Namun, dengan kondisi curah hujan dan hidrometeorologi saat ini, diperlukan evaluasi bersama untuk menentukan prioritas pekerjaan serta pembagian peran masing-masing pihak," tuturnya kepada awak media. 

‎Menurut temuannya, banjir yang melanda Kecamatan Periuk salah satunya akibat dampak jebolnya tanggul Kali Sabi sehingga banjir terjadi. 

‎"Kedua, ini ada saluran air yang terganggu karena adanya bangunan-bangunan yang semestinya tidak ada di lokasi tersebut," ungkap politisi partai Gerindra itu kepada awak media. 

‎"Hari Senin kita tindak lanjuti dengan seluruh pihak terkait untuk membahas bersama termasuk kepala balai. Intinya adalah dari hasil yang kita lihat bersama tadi ada permasalahan-permasalahan yang harus segera ditindak lanjuti," ujar Gubernur. 

‎Selain itu, Gubernur juga mengecek para pengungsi di GOR Gembor Kecamatan Periuk. Bersama Wali Kota dan jajaran ia berbincang dengan para korban banjir dan menyampaikan duka.

‎Ia juga mengapresiasi kinerja para relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana), Kementerian Sosial, serta Dinas Sosial (Dinsos), PMI yang bahu-membahu melayani para pengungsi. 

‎Didampingi Wali Kota Tangerang dan jajaran, Gubernur Andra Soni melihat langsung operasional dapur umum yang berlokasi di depan Kantor Kecamatan Periuk.

‎"Alhamdulillah, pengelolaan dapur umum berjalan dengan baik. Makanannya layak dan higienis. Para pengungsi juga menyampaikan apresiasi atas pelayanan yang diberikan," kata dia. 

‎Sementara itu, Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menyampaikan bahwa kehadiran Gubernur Banten yang turun langsung memantau kondisi lapangan merupakan bentuk perhatian dan komitmen pemerintah dalam mencari solusi permanen.

‎"Setiap Pak Andra Soni hadir, kami yakin selalu ada solusi. Sebelumnya, telah diinisiasi kegiatan susur sungai yang kemudian dilanjutkan dengan kolaborasi normalisasi sungai," kata Sachrudin.

‎Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada dalam menghadapi musibah banjir. Sachrudin mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat sinergi dengan pemerintah.

‎"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, diperlukan kebersamaan. Kami mengajak semua pihak membangun sinergi dan kolaborasi untuk menyelesaikan persoalan ini," tegas politisi partai Golkar ini. 

‎Seperti diketahui, banjir melanda Kota Tangerang setelah hujan deras yang mengguyur sejak Kamis dan Jumat pagi memicu banjir besar di enam kecamatan sekaligus. 

‎Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Periuk, Ciledug, Pinang, Cipondoh, Benda, dan Karang Tengah, dengan total 12 titik banjir yang memiliki kedalaman bervariasi antara 50 sentimeter hingga mencapai puncaknya di angka 3 meter.

‎(ZIE/GUNG)

Comments


Explore our site

Home

Gallery

About

Contact

facebook twitter linkedin gplus youtube tumblr pinterest