Home - Lapsus - Nasional - Politik - Hukum - Ekonomi - Olah Raga - Pendidikan - Kesehatan

Wali Kota Tangerang Angkat Bicara Soal Dugaan Pengeroyokan Dina Warga Pinang

Rabu 21 Januari 2026 15:10

Dina Mardianah nampak ditarik para pekerja saat melakukan aksi di proyek pembangunan perumahan Rasuna Said. (FOTO: crop video/BantenExpres)

BANTENEXPRES - Wali Kota Tangerang, Sachrudin angkat bicara terkait peristiwa menimpa seorang ibu rumah tangga, warga Kunciran Pinang yang diduga mendapatkan pengeroyokan saat di lokasi proyek pembangunan perumahan Rasuna Said, di samping kantor Kecamatan Pinang. 

‎Peristiwa dugaan pengeroyokan tersebut videonya tersebar luas di plat form media sosial hingga membuat beragam reaksi publik. 

‎"Kita belum tahu persis yah kejadian itu. Kita kan belum tahu video itu kebenarannya seperti apa, jadi kita gak mau komentar dulu," kata Sachrudin kepada BantenExpres usai acara MUI, Rabu (21/01) dimintai tanggapan soal kejadian itu. 

‎Menyikapi peristiwa ini, Sachrudin menyampaikan perlu adanya sinergi dari semua lapisan masyarakat. 

‎"Termasuk media untuk memberikan edukasi informasi kepada masyarakat. Juga para pengembang ataupun pengusaha agar saling berkontribusi sehingga saling menguntungkan semuanya," paparnya. 

‎Menurutnya, dengan adanya pembangunan diharapkan saling menguntungkan. "Termasuk masyarakat Kota Tangerang agar lebih baik lagi," ujar Sachrudin. 

‎Sachrudin menegaskan bila benar terjadi ada tindak kekerasan dalam peristiwa itu, ia menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib. 

‎"Itu kan kaitan dengan masalah hukum yah kalau itu terjadi [kekerasan]. Jadi saya tidak mau mengomentari harus bagaimana karena kita tidak tahu persis yah kejadian sebenarnya seperti apa," tuturnya. 

‎"Tapi kalau itu [kekerasan] emang terjadi, kita serahkan kepada aparat penegak hukum," Sachrudin mengakhiri saat ditanya sikap pemerintah. 

‎Diketahui, seorang ibu rumah tangga, Dina Mardianah (45) warga Kunciran Jaya, Kecamatan Pinang Kota Tangerang mengalami dugaan pengeroyokan oleh sejumlah oknum saat membela hak atas tanahnya yang belum dibayar oleh pengembang. 

‎Persitiwa dugaan kekerasan dan pengeroyokan itu terjadi pada Kamis (15/01) siang. Disaat kejadian para pekerja menggunakan eskavator sedang membangun gorong-gorong yang kemudian korban datang melarang, mengingat tanahnya belum dibayar oleh pihak pengembang. 

‎(ZIE/MAN) 

Comments


Explore our site

Home

Gallery

About

Contact

facebook twitter linkedin gplus youtube tumblr pinterest