Ekonomi
Sabtu 01 Mei 2021 17:02
Anggota Komisi VI DPR-RI F-PDI Perjuangan Ananta Wahana. (FOTO: BantenExpres)
\"Share

TANGERANG - Demo sekala terbatas dan besar yang terjadi setiap tahun di hari buruh, harus diapresiasi sebagai bagian dari demokrasi dan hak tenaga kerja untuk menentukan nasibnya.

Demikian disampaikan Anggota Komisi VI DPR-RI F-PDI Perjuangan Ananta Wahana, dalam menyikapi Hari Buruh Internasional (May Day) yang diperingati pada 1 Mei 2021 ini.

Tetapi ada beberapa catatan yang harus diperhatikan, kata Ananta, pertama, demonstrasi 1 Mei ini jangan sampai menimbulkan penularan wabah coronavirus di saat semua sedang berjuang menurunkan angka penularan Covid-19.

"Kedua, kalau yang menjadi fokus demo adalah UU Cipta Kerja, hal ini akan dicatat oleh kami di DPR RI sebagai masukan konstruktif," kata Ananta dalam keterangan tertulisnya di terima BantenExpres, Sabtu (01/05).

"Ketiga, perlu diperhatikan juga bahwa tuntutan dan demo harus berdasarkan fakta, bukan hoax," ujar dia.

Ananta berkata, dalam UU Cipta Kerja tidak ada disebutkan upah minimun turun. Di 6 pasal (pasal 88-90 abcd) diatur soal jaminan upah dan kenaikan upah buruh mengikuti aturan pemerintah daerah dan pusat.

Soal pesangon juga tidak dihilangkan. Di pasal 156 justru diatur jaminan pesangon dan jaminan kalau kehilangan pekerjaan, sambung pendiri Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis ini.

"Juga soal jaminan pekerjaan yang katanya bisa dipecat kapanpun, ini juga tidak berdasarkan fakta. Faktanya di pasal 89 dan 90 diatur bahwa buruh tidak bisa di PHK secara sepihak," cetus dia.

Faktanya, negara sampai saat ini di tengah masa pandemi memberikan perhatian khusus bagi kesejahteraan buruh nasional, menurut dia.

"Faktanya, lewat UU Cipta Kerja, buruh mendapatkan tambahan jaminan keselamatan kerja, jaminan kesehatan, jaminan keluarga, dan jaminan kehilangan pekerjaan," tegas politisi senior PDI Perjuangan tersebut.

Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang jatuh pada 1 Mei 2021 hari ini diwarnai aksi-aksi demo dari berbagai aktivis buruh di Jakarta dan sejumlah daerah. (ZIE/GUNG)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek