Politik
Rabu 21 Juli 2021 23:07
Ketua DPD PKS Kota Tangerang Arief Wibowo memberikan keterangan kepada awak media. (FOTO: BantenExpres)
\"Share

BANTENEXPRES - Meningkatnya kasus kematian akibat wabah pandemi Covid-9 di berbagai tanah air menjadi keperihatinan banyak pihak. Selain kasus terinveksi virus asal Wuhan China ini juga menyebabkan pusingnya pemerintah dalam penanganannya.

Berbagai macam kebijakan diterapkan pemerintah mulai dari PSBB, PPKM Mikro, PPKM Darurat hingga yang terbaru PPKM Level 1-2-3-4, guna mencegah penularan sekaligus memutus rantai virus mematikan ini.

Melonjaknya pasien Covid-19 yang menyebabkan rumah sakit penuh dan yang terakhir oksigen menjadi rebutan masyarakat juga semakin menambah deretan pekerjaan pemerintah.

Kebijakan isolasi mandiri (isoman) salah satu upaya pemerintah dalam menangani lonjakan kasus terinveksi Covid-19, diharapkan memberikan solusi penanganan pelayanan kesehatan secara langsung kepada pasien tanpa harus ke rumah sakit.

Menyikapi persoalan ini, DPD PKS Kota Tangerang melalui Ketuanya, Arief Wibowo, menegaskan, kantor DPD-nya siap dimanfaatkan sebagai ruang isolasi mandiri (isoman) bagi pasien C-19.

Hal ini sebagai upaya membantu pemerintah untuk ikut berkontribusi menangani pularan wabah pandemi COVID-19.

"Kami ingin jika diizinkan Dinkes dan di bawah koordinasi pemerintah, kami akan jadikan kantor (DPD) sebagai tempat isolasi. Bed dan oksigen sudah kami siapkan," kata dia kepada awak media, Rabu (21/07).

"Semua sudah siap. Tinggal pemerintah saja untuk mengizinkan kami," kembali Arief menegaskan.

Menurutnya, isolasi mandiri bagi warga di rumah atau kediaman dengan kapasitas yang minim sangat tidak efektif. Imbasnya, hanya berpotensi menambah kasus COVID-19 lewat klaster keluarga.

Untuk itu ia menyarankan kepada pemerintah agar menggunakan segala sumber yang ada. Dirinya merasa prihatin karena menyaksikan kasus pandemi COVID-19 semakin meluas.

"Lebih baik Pemerintah Kota Tangerang mengkonversi gedung pemerintah, seperti SD, GOR untuk menjadi pusat isolasi. Kalau perlu komunikasi ke pemerintah provinsi untuk membikin pusat isolasi di lapangan dan termonitor secara saksama," paparnya.

Pihaknya juga mendorong Pemerintah Kota Tangerang untuk membuka hotline darurat pangan bagi warga masyarakat. Menurutnya, jangan sampai ada warga yang kelaparan.

"Jadi, siapa yang butuh makan telepon lewat hotline itu. Saya kira ini merupakan terobosan. Artinya pemerintah aktif. Enggak nunggu birokrasi, pemerintah harus jemput bola," demikian Arief Wibowo.

Diketahui pula, DPD PKS Kota Tangerang pada Senin kemarin telah melayangkan surat terbuka kepada Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah terkait penanganan pandemi COVID-19. (ZIE/GUNG)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek