Lapsus
Selasa 22 Juni 2021 21:37
IGD RSUD Kota Tangerang alami peningkatan pasien Covid-19. (FOTO: Dok-IST)
\"Share

BANTENEXPRES - Pemerintah Kota Tangerang membatalkan rencana sekolah tatap muka jenjang SD dan SMP di Kota Tangerang yang sedianya akan digelar pada Juli 2021. Wali Arief Wismansyah mengatakan keputusan tersebut diambil lantaran terjadi lonjakan kasus Covid-19 di wilayahnya.

"PTM kemungkinan diundur, karena kita sedang fokus untuk mengupayakan penurunan angka kasus Covid-19. Sekarang kami sudah enggak mikirin PTM (pembelajaran tatap muka)," kata Wali Kota kepada awak media, Selasa (22/06).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Jamaluddin menyampaikan yang sama, pihaknya akan menunda pelaksanaan PTM pasalnya Kota Tangerang masuk dalam status zona merah penyebaran Covid-19.

"Dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah jelas, bagi wilayah yang masuk zona merah diminta untuk menunda pelaksanaan PTM," kata dia.

Padahal, pihaknya pun telah siap melaksanakan PTM, baik itu dari tenaga pendidik hingga sarana dan prasarananya.

"Semuanya sudah siap kalau mau PTM, guru saja sudah 90 persen yang divaksinasi, lalu sarana prasarana dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19 juga sudah siap. Tapi, karena saat ini kasus kembali tinggi, ya mau tidak mau bakal ditunda," ujar dia.

Kasus Covid-19 di Kota Tangerang alami peningkatan signifikan. Sebanyak 23 kelurahan dari total 104 kelurahan di Kota Tangerang tercatat sebagai zona merah penyebaran Covid-19.

"Per tanggal 21 Juni 2021 sebanyak 23 kelurahan dari 10 kecamatan masuk zona merah. Sisanya tiga kecamatan masuk ke zona oranye penyebaran Covid-19," ungkap Kepala Protokol Komunikasi Pemkot Tangerang, Buceu Gartina.

Kasus positif Covid-19 terbanyak berada di Kecamatan Karawaci dengan jumlah kasus sebanyak 94 orang sedangkan Kecamatan Benda memiliki kasus positif Covid-19 paling sedikit dengan 14 kasus aktif.

Untuk total kasus positif Covid-19 sendiri di Kota Tangerang hingga kini berjumlah sebanyak 531 kasus.

Diketahui dalam dua pekan terakhir, memperlihatkan lonjakan kasus Covid-19 cukup tinggi. Rumah Isolasi Terkonsentrasi (RIT) dan RSUD Kota Tangerang saat ini sudah dalam kondisi penuh.

Layanan ICU dan NICU pun harus melalui waiting list. Tak sampai disitu, tiga hari ini belasan hingga puluhan jenazah covid-19 harus mengantri untuk proses pemulasaraan jenazah.

Jika kondisi ini kian memburuk, fasilitas kesehatan terus membludag. Tak menutup kemungkinan, satu hingga dua bulan kedepan tenaga kesehatan bisa tumbang. Situasi pandemi covid-19 pun akan kian mengkhawatirkan.

“Seminggu ini pasien di IGD sangat penuh. Untuk kunjungan IGD saja, biasanya hanya 15 hingga 25 per hari. Tapi seminggu ini, bisa 60 pasien per hari, dan mereka yang sudah diindikasi suspek. Sedangkan untuk ICU selalu full dipenuhi para pasien yang sesak nafas atau kondisi buruk,” ungkap Ns Marningtyas, kepala IGD RSUD Kota Tangerang. (GUNG/MAN)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek