Hukum_Kriminal
Selasa 22 Juni 2021 19:42
Kuasa hukum PT Pancakarya Griyatama mengadakan jumpa pers, Selasa (22/06). (FOTO: BantenExpres)
\"Share

BANTENEXPRES - Merasa pengelolaan pasar 'dikudeta' oleh pihak luar, PT Pancakarya Griyatama (pengelola Pasar Babakan) melalui kuasa hukumnya melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Tangerang.

"Gugatan ke PN Tangerang ini kami daftarkan Senin (21/06) dengan perihal, gugatan perbuatan melawan hukum atas pengalihan pengelolaan Pasar Babakan di Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Tangerang kepada PT Andhara Berkah Mandiri," jelas Amin Nasution kuasa hukum PT Pancakarya Griyatama kepada awak media, Selasa (22/06).

Adapun gugatan tersebut di tunjukan kepada, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI, Cq Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, sebagai Tergugat I.

"Kedua, PT Andhara Berkah Mandiri sebagai Tergugat II. Ketiga Menteri Keuangan RI sebagai Tergugat III. Dan Pemerintah Kota Tangerang sebagai Tergugat IV," ujar dia.

Pihaknya juga menjelaskan, bahwa PT Pancakarya Griyatama adalah sah secara hukum atas dasar Surat Persetujuan Presiden RI No.B.69/M.Sesneg/2005 tertanggal 27 Januari 2005 sebagai pengelola Pasar Babakan tersebut.

"Yang kemudian ditindaklanjuti dengan Persetujuan Prinsip dari Menteri Keuangan RI No.S-332/MK.6/2005 tertanggal 8 Februari 2005 dan direalisasikan berdasarkan persetujuan pelaksanaan Menteri Keuangan No.S 2391/MK.6/2005 tertanggal 6 Mei 2005," terang Amin.

Adapun lokasi yang dimaksud sekarang dikenal dengan Mall dan Pusat Perdagangan Tangerang City Kota Tangerang, sambungnya.

Selain itu, lanjut Amin, PT Pancakarya Griyatama juga mengelola Pasar Babakan berdasarkan pinjam pakai (lahan) atas rekomendasi surat keputusan Wali Kota Tangerang (Tergugat IV) dengan No.664/KEP.88-Dalbang/2007 tertanggal 23 April 2007.

"Surat keputusan tersebut tentang pembentukan tim relokasi dan kajian pengelolaan pasar, dimana PT Pancakarya Griyatama berinvestasi untuk membangun pasar sesuai dengan kesepakatan bersama Pemda Kota Tangerang," Amin berkata.

Menurutnya, berdasarkan fakta dan data yang dimiliki klienya (PT Pancakarya Griyatama), bahwa tindakan Tergugat I (KemenKumHam) untuk memberikan hak objek sengketa kepada Tergugat II (PT Andhara Berkah Mandiri) adalah merupakan perbuatan melawan hukum.

"Karena pada objek sengketa masih melekat hak-hak Penggugat yang belum tuntas serah terimanya dengan Tergugat IV yakni Pemerintah Kota Tangerang," tegas dia.

Sebagi informasi, Pasar Babakan yang menampung sekira 1500 lapak ini dulunya adalah para pedagang yang direlokasi dari pasar tumpah Cikokol yang sekarang berdiri Tangerang City Mall.

Diketahui PT Pancakarya Griyatama sudah mendapatkan surat pemberitahuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui Kabiro Umumnya pada tahun 2020 lalu. Surat pemberitahuan untuk melakukan pengosongan lahan sebanyak tiga kali.

Diperoleh informasi, bahwa besok Rabu (23/06) rencananya akan ada penindakan penertiban lahan oleh pihak KemenKumHam di pasar tersebut. (ZIE/GUNG)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek