Nasional
Sabtu 10 April 2021 15:28
Echa, si 'Putri Tidur' saat di rumah sakit, Kamis lalu. (FOTO: Dok-Istimewa)
\"Share

BANTENEXPRES - Siti Raisa Miranda atau yang kerap disapa Echa, tengah tertidur lelapnya di tempat tidurnya. Namun, dibalik tidur lelapnya Echa ini di luar batas normal, layaknya si putri tidur. Lantaran sudah satu pekan tidak bangun, terhitung sejak Kamis malam pada 1 April lalu.

Perempuan asal Banjarmasin yang kini berumur 16 tahun ini sempat dilarikan ke rumah sakit pada Jumat lalu karena sempat mengalami kejang-kejang di tengah lelapnya itu.

Ketika diperiksa, tidak terdapat hal-hal yang mencurigakan dan dianggap masih normal oleh dokter yang menangani. Hingga akhirnya Echa diizinkan pulang dengan kondisi tertidur pulas.

"Ini sudah yang 13 kali tidur, sudah di bawa ke rumah sakit tiga hari, hasilnya normal, akhirnya dokter tidak bisa memberi obat apa ke dia," ucap Ayah Echa, Mulyadi .

Sementara terkait asupan makan dan minum si buah hati, orangtua Echa mengatakan dalam kondisi tertidur masih bisa memberikan makan dan minum sambil di bopong.

Kondisi Echa diketahui sudah terjadi sejak 2017 lalu. Ia sempat viral karena tertidur dalam durasi di luar normal yakni selama 13 hari.

Kasus sindrom Putri Tidur Echa sangat langka dan cukup menyita perhatian. Echa memang pernah mengalami kecelakaan sekitar satu tahun lalu, masih ada bekas luka di punggungnya.

Diketahui Echa kembali jadi perbincangan. Gadis asal Banjarmasin Kalimantan Selatan ini kembali tertidur berhari-hari, diduga karena hipersomnia.

Echa sempat dirawat di RSUD Dr Ansari Saleh, tetapi dibawa pulang setelah hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi yang normal-normal saja. Hanya durasi tidurnya saja yang tidak normal karena sudah sepekan lebih tidak benar-benar terbangun.

Dikutip dari DetikHealth, beberapa fakta seputar kondisi Echa terangkum sebagai berikut.

1. Dikaitkan dengan hipersomnia
Tidur berlebih atau selalu mengantuk meski sudah tidur cukup merupakan ciri-ciri hipersomnia. Dikenal juga dengan istilah excessive daytime sleepiness (EDS).

Hipersomnia kerap dikaitkan juga dengan sindrom langka Kleine-Levin Syndrome atau sindrom putri tidur. Pengobatan untuk sindrom ini hingga kini belum tersedia.

2. Risiko kurang cairan
Tidur dalam jangka waktu sepekan lebih tentu berisiko menghambat asupan nutrisi dan cairan. Sementara cairan tubuh tetap keluar melalui urine maupun penguapan dari permukaan kulit, asupan minum akan sangat terbatas.

Pakar hidrasi dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr Pringgodigdo Nugroho, SpPD-KGH mengingatkan perlunya pemeriksaan pada Echa.

"Jelas ini membutuhkan diganti pengeluaran itu, kalau selama itu tidak ada asupan cairan kita harus pertanyakan, saya rasa nggak bisa itu kalau bertahan selama itu," katanya.

Sementara, orang tua Echa mengaku memberikan asupan susu cokelat ketika Echa terbangun sebentar. Segera setelah minum susu, Echa kembali terlelap.

3. Siapa yang berisiko?
Hipersomnia bisa dialami siapa saja. Beberapa kondisi bisa meningkatkan risiko seperti:

Sleep apnea
Gangguan fungsi ginjal
Gangguan jantung
Gangguan saraf otak
Depresi atipikal
Hipotiroid.

(GUNG)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek