Lapsus
Minggu 25 April 2021 02:46
Buah kurma salah satu makanan yang dianjurkan sebagai pembuka buka puasa. (FOTO: Dok-Istimewa)
\"Share

BANTENEXPRES - Bulan puasa Ramadhan dirayakan oleh ummat Islam di seluruh dunia pun di tanah air Indonesia. Bulan suci yang penuh berkah ini sayang bila dilewatkan begitu saja karena bulan ini adalah bulanya ampunan dosa-dosa.

Di Indonesia setiap menyambut datangnya bulan puasa Ramadhan ini kerap diwarnai berbagai kegiatan yang tak lepas dari aktivitas puasa itu sendiri. Sholat tarawih sudah pasti.

Selain itu ada juga kegiatan dan aktivitas lainnya yang sering dilakukan oleh kaum muslimin dan muslimah dalam menjalankan ibadah puasa, mulai dari ngabuburit hingga berbagi takjil.

Namun, tahukah Anda asal-usul dan istilah dalam kegiatan bulan Ramadhan itu? Berikut istilah-istilah kegiatan puasa Ramadhan yang dikutip BantenExpres dari laman wikipedia.

Sahur (bahasa Arab), juga disebut Sehur, Sehri, Sahari dan Suhoor dalam bahasa lain. Adalah sebuah istilah Islam yang merujuk kepada aktivitas makan oleh umat Islam yang dilakukan pada dini hari bagi yang akan menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadhan.

Sahur sebagai makan pagi cocok dengan Iftar sebagai makan malam, selama Ramadhan, menggantikan makan tiga kali sehari (sarapan, makan siang dan makan malam), meskipun di beberapa tempat makan malam juga dikonsumsi setelah Iftar kemudian pada malam hari.

Sahur menjadi makanan terakhir yang dimakan oleh umat Islam sebelum berpuasa dari fajar hingga matahari terbenam selama bulan Ramadhan. Sahur dianggap oleh tradisi Islam sebagai manfaat berkah karena memungkinkan orang yang berpuasa untuk menghindari rasa malas atau kelemahan yang disebabkan oleh puasa. Menurut sebuah hadist di Sahih al-Bukhari, Anas bin Malik meriwayatkan, "Nabi bersabda, 'makan sahurlah karena ada berkah di dalamnya'.

Iftar (bahasa Arab) atau buka puasa, mengacu pada sebuah perjamuan saat Muslim berbuka puasa selama bulan Ramadhan. Iftar adalah salah satu ibadah di bulan Ramadhan dan sering dilakukan oleh keluarga atau komunitas, dan orang-orang berkumpul untuk berbuka puasa bersama-sama.

Iftar dilakukan tepat setelah waktu Magrib. Secara tradisional, kurma adalah hal pertama yang harus dikonsumsi ketika berbuka atau cemilan manis lainnya. Banyak Muslim percaya bahwa memberi makan orang buka puasa sebagai bentuk amal sangat bermanfaat dan yang dipraktikkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Takjil adalah istilah umum untuk kudapan yang dimakan sesaat setelah berbuka puasa, biasanya berupa makanan manis seperti kolak pisang, sop buah, es campur, dan lain sebagainya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata takjil memiliki arti mempercepat dalam berbuka puasa.

Kata tersebut berakar dari kata 'ajila dalam bahasa Arab yang memiliki arti menyegerakan, sehingga takjil bermakna perintah untuk menyegerakan untuk berbuka puasa.

Dalam bahasa Minang, istilah takjil dikenal dengan pabukoan. Terdapat tradisi mengantarkan takjil dari menantu perempuan kepada mertuanya yang disebut dengan maanta pabukoan.

Ngabuburit atau mengabuburit adalah kegiatan menunggu azan Magrib menjelang berbuka puasa pada waktu bulan Ramadhan. Kegiatan ngabuburit dapat berupa banyak hal, seperti jalan-jalan, bermain, bercengkerama, mencari takjil, mendatangi pasar kuliner atau menghabiskan waktu di taman. Selain itu, kegiatan ngabuburit juga dapat berupa kegiatan keagamaan seperti mendengarkan ceramah ataupun mengaji.

Dalam bahasa Minang, istilah ini dikenal dengan malengah puaso, yang berarti melakukan kegiatan untuk mengalihkan rasa haus dan lapar karena berpuasa.

Menurut Kamus Bahasa Sunda yang diterbitkan oleh Lembaga Bahasa dan Sastra Sunda (LBSS), Ngabuburit adalah lakuran (serapan) dalam bahasa Sunda dari ngalantung ngadagoan burit, yang artinya bersantai-santai sambil menunggu waktu sore.

Kata dasarnya, burit, berarti sore hari. Waktu ini biasanya antara usai salat Asar hingga sebelum matahari terbenam. Akan tetapi, menurut sumber lainnya, ngabuburit berasal dari kata burit saja (bukan merupakan lakuran) yang mendapatkan imbuhan dan pengulangan suku kata pertama.

Beberapa contoh kata bahasa Sunda lainnya yang memiliki unsur morfologis serupa, yakni ngabeubeurang (menunggu siang hari), ngabebetah (nyaman) dan ngadeudeket (dekat).

Munggahan adalah tradisi masyarakat Islam suku Sunda untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan yang dilakukan pada akhir bulan Sya'ban (satu atau dua hari menjelang bulan Ramadhan). Bentuk pelaksanaannya bervariasi, umumnya berkumpul bersama keluarga dan kerabat, makan bersama, saling bermaafan, dan berdoa bersama.

Selain itu, ada pula yang mengunjungi tempat wisata bersama keluarga, berziarah ke makam orang tua atau orang saleh, atau mengamalkan sedekah munggah (sedekah pada sehari menjelang bulan puasa).

Munggahan berasal dari Bahasa Sunda unggah yang berarti naik, yang bermakna naik ke bulan yang suci atau tinggi derajatnya. Tradisi munggahan dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, untuk membersihkan diri dari hal-hal yang buruk selama setahun ke sebelumnya dan agar terhindar dari perbuatan yang tidak baik selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Di daerah-daerah lainnya di Indonesia juga mungkin ada istilah lain dalam melakukan kegiatan atau aktivistas selama berpuasa. Dan yang terpenting jangan lupa zakat fitrah. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita selama puasa Ramadhan. Amin Allahumma Aaminn. (ZIE/GUNG)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek