Nasional
Minggu 09 Mei 2021 21:16
Ilustrasi - Kedatangan WNA China tiba di Bandara. (FOTO: Dok-Istimewa)
\"Share

BANTENEXPRES - Ratusan warga negara asing (WNA) China, masuk ke tanah air ditengah larangan mudik lebaran dinilai sebagian kalangan telah melukai rakyat Indonesia.

"Lolosnya WNA China ke Indonesia tersebut sebagai tindakan yang diskriminatif," cetus Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon lewat akun Twitter pribadi, Sabtu malam (08/05).

Masyarakat Indonesia sudah berkorban tidak mudik demi memutus mata rantai Covid-19 di tanah air. Sementara pemerintah justru meloloskan begitu saja warga yang berasal dari negara pertama terserang Covid-19, menurut dia.

"Kenapa pemerintah meloloskan WNA China masuk RI dalam situasi sekarang? Ini diskriminatif,” kesal dia.

Fadli Zon pun bertanya-tanya alasan dibalik mudahnya WNA China itu datang. "Apakah ada kepentingan nasional yang mendesak atau kepentingan swasta yang berpengaruh?” tanya dia.

Seperti diketahui, gelombang kedatangan pertama WNA China tiba di Indonesia melalui Bandara Soetta, terjadi pada Selasa (04/05) sekira pukul 14.55 WIB. Saat itu, 85 WNA China datang dengan pesawat charter China Southern Airlines.

Gelombang kedua WNA China, datang pada 6 Mei 2021. Saat itu, para WNA China datang dengan pesawat Xiamen Air MF855. Tercatat, 46 WNA China menumpang pesawat itu.

Pada gelombang kedatangan yang kedua ini, para WNA China tidak berjalan mulus. Mereka harus melewati pemeriksaan dokumen dan kesehatan hingga berjam-jam. Dari informasi itu, hanya 17 WNA China lolos pemeriksaan.

Kemudian, pada Sabtu (08/05) gelombang WNA China kembali berdatangan ke Indonesia, melalui Bandara Soetta. Kali ini, mereka menumpang pesawat China Southern Airlines dengan nomor penerbangan CZ-387.

Tercatat, pesawat membawa sekitar 166 orang. Dari total 166 penumpang itu, 157 WNA China, dan 3 lainnya merupakan penumpang WNI seperti dilansir laman SindoNews.

Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Jhoni Ginting mengatakan, seluruh WNA China yang masuk ke wilayah Indonesia melalui Bandara Soetta, sudah memenuhi aturan keimigrasian.

Perjalanan mereka juga dikatakan, telah sesuai dengan aturan perjalanan internasional pada masa pandemi Covid-19 di Indonesia dan telah melewati pemeriksaan dokumen perjalanan dan kesehatan.

"Terkait kedatangan WNA ke Indonesia, kami sampaikan bahwa mereka yang datang telah memperoleh rekomendasi dari instansi terkait dan akan bekerja di proyek strategis nasional, bukan tujuan wisata," terangnya.

Sementara itu, anggota DPR-RI dari Fraksi Partai Demokrat, Herman Khaeron merasa prihatin kembali masuknya WNA China tersebut disaat banyak pekerja anak bangsa yang terkena PHK.

“Ironis, disaat banyak tenaga kerja anak bangsa di PHK, tenaga kerja China mengalir masuk Indonesia,” kata dia dalam akun Twitter pribadinya, Minggu (09/05).

Ia pun menanyakan sebenarnya kemana arah ujuan pembangunan bangsa saat sumber daya alam, produksi dan pasar dikuasai oleh pihak asing.

“Kemana arah tujuan pembangunan bangsa, sumber daya alam dikuasai asi(e)ng, jasa/proses produksi dikuasai asi(e)ng, pasar dikuasai asi(e)ng, dan keuntungan pasti mereka. Direset,” cetus pemilik akun @akang_hero ini.

Kritikan juga datang dari anggota Komisi IX Fraksi PKS Netty Prasetyani Aher, ia bertanya-tanya dengan keputusan pemerintah meloloskan WNA China masuk ke Indonesia disaat masyarakat tengah dilarang mudik. Keputusan ini, menurutnya, akan menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat.

"Tentu saja masyarakat akan bertanya-tanya, kenapa WN China dibiarkan masuk ke Indonesia, padahal masyarakat dilarang mudik dan dilakukan banyak penyekatan. Jangan sampai publik menilai pemerintah inkonsisten dalam kebijakan pengendalian COVID-19," ucapnya.

Karena itu, Netty meminta agar pemerintah menjelaskan hal ini kepada masyarakat agar tidak menjadi bola liar. Dia beralasan masyarakat saat ini tengah resah lantaran dilarang mudik, yang merupakan tradisi setiap tahun.

"Agar isu ini tidak menjadi bola liar, pemerintah harus gamblang menjelaskan ke publik alasan dan tujuan mereka masuk Indonesia. Masyarakat sedang sensitif dan resah karena pelarangan mudik lebaran yang merupakan tradisi tahunan, apalagi tahun sebelumnya juga sudah terjadi pelarangan mudik," tuturnya.

"Pemerintah seharusnya peka. Masyarakat dilarang mudik, tapi WN China bisa masuk ke Indonesia. Bagaimana masyarakat bisa menerima fakta ketidakadilan ini," kata Netty. (GUNG/ZIE)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek