Ekonomi
Senin 21 Juni 2021 09:43
Ilustrasi - Putus rantai Covid-19 pemerintah gencar melakukan vaksinasi masal. (FOTO: Dok-BantenExpres)
\"Share

BANTENEXPRES - Inisiator koalisi masyarakat sipil LaporCovid-19 Ahmad Arif mengatakan lonjakan kasus positif virus corona (Covid-19) saat ini terjadi karena inkonsistensi pemerintah dalam menerapkan kebijakan.

Menurutnya, sejumlah kementerian seringkali memiliki narasi yang berbeda bahkan bertolak belakang dalam penanganan pandemi Covid-19.

"Situasi saat ini adalah cermin dari inkonsistensi kebijakan pandemi yang dilakukan pemerintah. Misal satu kementerian mempromosikan pembatasan dan protokol kesehatan, tapi kementerian lain mendorong mobilitas," kata Arif dalam Konferensi Pers 'Desakan Emergency Responses: Prioritas Keselamatan Rakyat di Tengah Pandemi' dalam YouTube, Ahad (20/06).

Pemerintah, kata Arif, juga gagal mendistribusikan jaring pengaman sosial seperti bantuan sosial (bansos) pada masyarakat. Alhasil, masyarakat tetap bekerja di luar rumah karena tak memiliki pemasukan meski risiko terkena Covid-19.

"Kegagalan bangsa dalam memberikan jaring pengaman sosial membuat sebagian orang tetap bekerja di luar rumah dengan penuh risiko," ujar dia seperti dilansir laman CNNIndonesia.

Sementara itu, Relawan LaporCovid-19 Windyah Lestari mengatakan situasi pandemi yang mengkhawatirkan saat ini akibat dari komunikasi risiko pemerintah dengan masyarakat yang keliru.

Menurutnya, masyarakat dihadapkan dengan pandemi Covid-19 tanpa arah kebijakan yang jelas dari pemerintah. Masyarakat jadi tak punya sense of crisis hingga akihrnya mengabaikan protokol kesehatan.

"Kami berharap ada upaya pengendalian pandemi yang serius dari pemerintah, bukan hanya informasi semu. Jadi masyarakat punya sense of crisis. Kami juga berharap ada kebijakan berbasis sains bukan hanya berdasarkan kepentingan ekonomi," kata Windyah.

Terpisah, Ketua DPD PKS Kota Tangerang Arief Wibowo menilai, lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di banyak daerah seperti halnya juga di Kota Tangerang harus ada sinergi antara masyarakat dengan pemerintah guna mengendalikan laju Covid-19.

"Intinya pandemi ini tidak akan selesai, selama antara masyarakat dengan pemerintah tidak bersinergi. Masyarakat menerapkan 5-M dan pemerintah tugasnya 3-T (tracing, testing tretmen)," ujar Arief kepada BantenExpres akhir pekan kemarin.

Kondisi begini (lonjakan) menurutnya terjadi karena adanya mobilitas dan kerumunan terus terjadi, sulit kalau ini tidak bisa dijaga.

"Beban pemerintah ini berat. Karena namanya tracing itu, harusnya 1 orang itu bisa di trac ke 25 orang yang berinteraksi dengan orang tersebut, idealnya begitu. Ini berat, artinya kita harus ada sinergi antara masyarakat dengan pemerintah," ucapnya.

Misalkan dibuka relawan untuk tracing Covid-19, libatkan saja partai-partai atau juga ormas, sambung Arief.

"Jadi kalau hanya mengandalkan birokrasi saja yak akan berat. Harus ada partisipasi masyarakat, perlu kerjasama semua pihak," kata dia lagi.

Selain itu, lonjakan kasus Covid-19 ini juga memang dampak dari berbagai kejadian sebelumnya. Adanya mobilitas orang saat musim lebaran, masuknya para WNA ke dalam negeri, menurut dia lagi.

"Jadi kan gak bisa juga bilang--ini kan gara-gara mudik, emang mudik doang. Harus dilihat secara komprehensif jangan satu hal saja dong," cetusnya.

Sementara ia menilai Pemerintah Kota Tangerang sudah banyak melakukan perbaikan-perbaikan dalam menangani wabah pandemi Covid-19 yang terjadi hingga saat ini meski terjadi lonjakan.

"Pemkot Tangerang sudah banyak melakukan upaya perbaikan dalam penanganan pandemi ini," kata Arief mengakhiri.

Sebagai informasi, Indonesia mengalami lonjakan kasus Covid-19 selepas masa libur lebaran. Pada Jumat (18/06) jumlah kasus baru di Indonesia mencapai 12.990. Secara keseluruhan ada 1.963,266 kasus positif Covid-19 per 18 Juni 2021.

Melonjaknya kasus Covid-19 ini juga disebabkan masuknya varian virus Delta yang diketahui memiliki daya penularan lebih cepat dibandingkan varian virus sebelumnya. (GUNG/ZIE)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek