Ekonomi
Selasa 27 April 2021 18:42
Ilustrasi - Sungai Cisadane saat dilalui banjir kiriman. (FOTO: Dok-BantenExpres)
\"Share

TANGERANG - Pemerintah Kota Tangerang mengalokasi anggaran sebesar Rp.30 Miliar untuk pembebasan lahan dalam rangka pembangunan turab di bantaran sungai Cisadane, di Panunggangan Barat (Panbar) Kecamatan Cibodas.

Hal tersebut diungkapkan Kepada Bidang Tata Air untuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Mursiman.

Anggaran tersebut, kata dia, dialokasikan untuk membebaskan lahan sepanjang 850 meter persegi dan lebar 20 meter persegi. Namun anggaran tersebut baru pagunya saja sehingga ada kemungkinan bertambah.

"Sementara yang di Panbar dialokasikan di tata ruang kurang lebih Rp 30 Miliar uutuk panjang lahan 850 meter dan lebar 20 meter.  Itu kurang lebih karena pagu ya. Kalau rilnya sembari berjalan," jelas Mursiman kepada awak media, Selasa (27/04).

Mursiman melanjutkan, pembebasan lahan dilakukan pada sejumlah industri yang berdiri di lahan tersebut. Sejauh ini, pihaknya sudah melakukan proses negosiasi ke sejumlah pengelola industri tersebut. Namun, sebagian sudah sepakat dengan harga namun sebagian juga belum.

"Iya sudah sosialisasi dan setuju. Kita hanya minta bagian belakangnya saja yang dibebaskan karena kita butuhnya 20 meter itu bisa yang kena punya pabrik 10 atau 12 itu disesuaikan. 20 meter untuk garis badan sungai," terang Mursiman.

Tak hanya itu, areal Bank Sampah Sungai Cisadane (Banksasuci) juga akan terkena pembebasan lahan. Hal tersebut karena terdapat di bagian terendah Sungai Cisadane.

"Nanti mudah-mudahan disisir sebisanya. Memang luapan sungai Cisadane ketika meluap salah satunya masuk lewat Banksasuci karena dataran rendah," ujar Mursiman.

Diketahui, penuraban bantaran Sungai Cisadane merupakan proyek prioritas Balai Besar Wilayah Sungai Cisadane (BBWSCC) di 2021 ini.

Selain di Panunggangan Barat dengan panjang 850 meter, turab juga dibangun di Panunggangan Utara. Total biaya yang dianggarkan oleh BBWSCC sebesar Rp.47 Miliar.

Untuk pembangunan fisiknya merupakan wewenang BBWSCC. Namun untuk pembebasan lahan yakni wewenang DPUPR Kota Tangerang.

Mursiman menambahkan pembangunan turab akan diprediksi mulai dilakukan setelah lebaran mendatang. Proses pelelangan sudah dilakukan.
 
"Karena memang kontrak sudah, kontrak untuk fisik Minggu Minggu ini lah. Mungkin setelah lebaran mulainya," demikian. (IST/ZIE)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek