Ekonomi
Senin 07 Juni 2021 08:42
Ilustrasi - Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah saat disuntik vaksin Covid-19. (FOTO: Dok-BantenExpres)
\"Share

TANGERANG - Tangerang Public Transparency Watch (Truth) mengkritisi minimnya serapan anggaran penanganan Covid-19 2020 yang dilakukan Pemerintah Kota Tangerang. Diketahui, serapan anggaran tersebut hanya sekitar 61,5 persen.

"Ini kan kacau masa cuma ke serap 61 persen sedangkan rakyat banyak yang membutuhkan," ujar Wakil Koordinator Truth Ahmad Priatna kepada awak media akhir pekan kemarin.

Minimnya serapan anggaran menandakan buruknya proses perencanaan yang dilakukan Pemkot Tangerang. Pelaksanaan refocusing anggaran yang dilakukan oleh setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga 50 persen pun terkesan sia-sia, menurut dia.

"Untuk apa cape-cape refocusing anggaran sampai 50 persen kalau ujung-ujungnya tidak dipakai," ketus Nana.

Dia juga mengkritisi tidak transparanya Pemkot Tangerang terkait penggunaan dana penanganan Covid-19. Saat ini pihaknya telah mengajukan gugatan informasi publik ke Komisi Informasi Provinsi Banten. Sidang perdana rencananya akan dilakukan pada Kamis (10/6) ini.

"Tanggal 10 Juni kita sidang awal," kata dia.

Sebelumnya Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah menjabarkan, pada tahun lalu pihaknya menganggarkan sebesar Rp. 241,5 miliar untuk penanganan Covid-19. Dimana sebesar Rp.170,1 miliar berasal dari pos anggaran belanja tak terduga dan belanja langsung melalui pelaksanaan program dan kegiatan sebesar Rp.71,4 miliar.

Namun, kata Walikota, dari anggaran tersebut hanya Rp.148,7 miliar yang terserap atau terealisasi. Artinya, hanya sebesar 61,5 persen anggaran penanganan Covid-19 yang terserap.

"Realisasi belanja penanganan kesehatan sebesar Rp.98,9 miliar, penyediaan JPS (jaring pengaman sosial) sebesar Rp.9 miliar. Serta penanganan dampak ekonomi sebesar Rp.40,7 miliar," jelas Walikota. (ZIE)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek