Politik
Sabtu 10 Juli 2021 18:19
Ketua DPD PKS Kota Tangerang Arief Wibowo (kanan) didampingi Sekretaris Bayu Triatmaja. (FOTO: BantenExpres)
\"Share

BANTENEXPRES - Gelombang pandemi Covid-19 terus meroket menyebabkan korban-korban jiwa berjatuhan. Diantara para korban ini yakni para tenaga kesehatan (nakes) yang ikut berguguran selama menjalankan tugas juga fasilitas kesehatan masyarakat yang kian memprihatinkan.

Ketua DPD PKS Kota Tangerang Arief Wibowo pun angkat bicara terkait peristiwa berguguranya para tenaga kesehatan (nakes) dan wabah pandemi yang tak kunjung usai ini.

"Menyikapi kondisi luar biasa hari ini, perlu ada terobosan sehingga dampak lonjakan korban pandemi dapat dimitigasi, utamanya dengan memperbaiki akses ke Fasilitas Kesehatan (Faskes)," kata Arief dihubungi BantenExpres, Sabtu (10/07).

Beberapa pekan terakhir masyarakat sangat kesulitan untuk mengakses Faskes, bahkan belakangan ini bukan hanya sulit mengakses RS, sekedar mengakses Puskesmas pun sulit, karena Puskesmas juga sudah penuh, menurut dia.

"Akibatnya banyak pasien Covid-19 termasuk yang bergejala sedang bahkan berat harus dirawat di rumah dengan fasilitas seadanya, yang pada akhirnya meningkatkan resiko dan angka kematian akibat Covid-19," ujar dia.

Oleh karena itu pihaknya meminta, Pemerintah Provinsi Banten harus dapat mengkonsolidasikan seluruh sumber daya yang ada se-Provinsi Banten untuk memastikan kota/kabupaten dengan angka lonjakan yang sangat tinggi utamanya di Tangerang raya termasuk Kota Tanegrang, mendapatkan daya dukung yang memadai untuk menghadapi situasi hari ini.

Faskes standar seperti RSUD dan Puskesmas sudah tidak mampu lagi menangani pasien Covid-19, lanjut dia, sedangkan RS swasta juga kesulitan menambah kapasitas untuk layanan pasien Covid-19 mengingat tunggakan biaya penanganan pasien Covid-19 sebagiannya sejak tahun lalu dan tahun ini juga belum semuanya dibayarkan, yang berdampak kepada cash flow RS Swasta. Untuk itu maka terobosan yang perlu dilakukan adalah.

"Menambah kapasitas layanan pasien Covid-19 melalui Rumah Sakit lapangan ataupun mengkonversi fasilitas milik pemerintah baik gedung pemerintah, GOR, Sekolah Negeri menjadi pusat isolasi ataupun perawatan pasien Covid-19," kata Arief lagi.

Kedua, sambung dia, terkait dengan itu, maka diperlukan SDM nakes yang saat ini jumlahnya semakin berkurang akibat sebagian nakes terpapar Covid-19, belum lagi kondisi nakes yang tersisa juga dalam keadaan kelelahan akibat beban kerja yang terlalu tinggi.

"Nakes saat ini terbebani dengan 2 hal, penanganan pasien Covid-19 dalam jumlah besar dan target percepatan vaksinasi, maka penambahan jumlah nakes menjadi sangat penting dan perlu langkah terobosan. Misalkan dengan memberdayakan siswa SMK Kesehatan ataupun Mahasiswa Akademi Kesehatan maupun Poltekkes yang ada dalam wilayah otoritas Pemprov untuk membantu sebagian tugas-tugas operasional Faskes sesuai kemampuan yang mereka miliki, untuk mengurangi beban nakes yang ada sekarang," tutur dia.

Diketahui, Jumat (09/07) Fraksi PKS di DPRD Provinsi Banten telah melayangkan surat kepada Gubernur Banten, perihal penanganan Covid-19.

Adapun isi surat tersebut berbunyi:
1. Meminta Gubernur Banten membuat rumah sakit (RS) darurat untuk menangani lonjakan pasien Covid-19.

2. Merekrut sukarelawan tenaga medis guna membantu penanganan pasien Covid-19.

3. Memberikan insentif kepada tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19.

4. Menjamin ketersediaan pasokan oksigen dalam harga wajar.

Sebagai informasi, Koalisi Warga Lapor Covid-19 mencatat, dalam kurun waktu tiga hari terakhir setidaknya 74 tenaga kesehatan (nakes) gugur saat melawan pandemi virus corona (Covid-19).

Secara keseluruhan per 9 Juli sebanyak 1.141 nakes dinyatakan meninggal dunia selama 16 bulan pandemi covid-19 menjangkiti Indonesia.

Para nakes tersebut terdiri dari dokter umum dan spesialis, dokter gigi, perawat, bidan, petugas ambulans, apoteker, ahli teknologi laboratorium medik (ATLM), dan nakes lainnya. (ZIE/GUNG)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek