Nasional
Sabtu 24 April 2021 17:03
KRI Nanggala 402 dinyatakan hilang pada Rabu (22/04) yang lalu. (FOTO: Dok-Istimewa)
\"Share

JAKARTA - Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Yudo Margono mengungkapkan kondisi KRI Nanggala-402 mengalami retakan.

"Dengan alat (serpihan dan barang) yang sudah keluar, terjadi keretakan. Karena sampai dalam 700-800 meter tentu akan terjadi keretakan di kapal selam itu," terang dia dalam konferensi pers dari Bali, Sabtu (24/04).

"Sehingga barang-barang keluar, karena barang ini sebenarnya ada di dalam; penahan atau pelurus torpedo ini sampe keluar. Jadi ada keretakan besar," ungkap Yudo.

Lantaran sudah terjadi retakan, Yudo menduga air sudah masuk ke dalam kapal selam, meski belum semuanya lantaran ada pembagian kompartemen di dalam kapal.

"Air [masuk] kemungkinan ada, tapi ada kemungkinan ada bagian kabin yang air tidak masuk. Air itu bisa ada bagian enggak masuk. Jadi di dalam ruang itu di bagi kompartemen," ujar dia lagi.

"[Kalau] Anggota sempat tutup ada kemungkinan tidak kemasukan air," tambah Yudo.

Di tempat yang sama, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyebut tak ada ledakan dalam insiden tersebut.

"Terjadi serpihan keretakan ya, karena keretakan secara bertahap di bagian-bagian tertentu, mulai turun mulai dari kedalaman 300-500 [meter]," kata dia.

"Enggak ada ledakan ya, karena kalau ada pasti terdengar," imbuh Hadi.

Ditemukan serpihan kapal

Pada kesempatan ini juga, Panglima TNI menyebut status KRI Nanggala-402 menuju fase tenggelam atau sub-sink usai temuan serpihan, barang, serta tumpahan minyak.

Sebelumnya Panglima TNI masih menyebut kapal selam buatan Jerman itu masih dalam fase sub-missed alias hilang kontak.

"Pagi dini hari tadi, merupakan batas akhir live suport berupa ketersediaan oksigen di Nanggala selama 72 jam," ujar Hadi.

"Unsur-unsur TNI AL menemukan tumpahan minyak dan serpihan yang jadi bukti otentik menuju fase tenggelamnya KRI Nanggala," lanjut dia.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Yudo Margono menambahkan serpihan-serpihan yang ditemukan terapung di perairan Bali itu yang diyakini sebagai komponen kapal selam.

Di antaranya, pelurus tabung torpedo, pipa pendingin, botol berwarna oranye yang berfungsi untuk pelumasan naik turun kapal selam, alas yang dipakai ABK, serta spons.

"Ditemukan beberapa kepingan dan barang di sekitar lokasi terakhir kapal menyelam yang diyakini bagian komponen kapal selam. Ini tak akan terangkat apabila tidak ada tekanan atau keretakan," ungkap dia.

"Barang-barang ini tidak dimiliki umum dan di sekitar radius 10 mile tidak ada kapal lain yg melintas, dan dari ahli mantan-mantan ABK Nanggala dan pembuat kapal selam ini diyakini barang milik Nanggala," imbuh Yudo.

Diketahui, kapal selam KRI Nanggala-402 hilang kontak pada Rabu (22/4) dini hari, diduga akibat black out pada saat latihan penembakan torpedo.

Pada konferensi pers hari ini, TNI mengumumkan temuan tumpahan minyak serta berbagai peralatan yang mestinya ada di dalam kapal selam. Atas dasar itu, TNI menetapkan status KRI Nanggala-402 menjadi sub sink alias karam.

Dengan peningkatan status itu, TNI akan menyiapkan evakuasi medis, sehingga jika ditemukan anak buah kapal yang selamat bisa langsung dievakuasi.

TNI sendiri belum bisa memutuskan status 53 awak kapal selam KRI Nanggala 402. (GUNG)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek