Ekonomi
Kamis 06 Mei 2021 20:11
Ilustrasi - Dua varian baru virus corona terkonfirmasi masuk Banten. (FOTO: Dok-Istimewa)
\"Share

TANGERANG - Varian baru Virus Corona B117 asal Inggris dan varian B1617 asal India disebut sudah masuk ke Banten dengan total kasus tiga orang.

Kepala Dinas Kesehatan Banten Ati Pramudji Astuti, melalui pesan elektroniknya kepada media, mengkonfirmasi varian dari Inggris ada di Desa Klutuk, Kecamatan Mekar Baru, Kabupaten Tangerang.

Sementara, varian asal India terlacak ada pada dua warga Perumahan Pondok Jagung, Kelurahan Pondok Jagung, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

"Berdasarkan info dari posko KLB Kemenkes tanggal 01 Mei 2021, ada kasus positif strain baru," kata Ati, Kamis (06/05).

Ati yang juga menjabat sebagai jubir Satgas Covid-19 Banten itu juga mengklaim sudah melakukan penelusuran terhadap orang yang dianggap kontak erat dengan kasus-kasus itu.

Sampelnya pun sudah diambil dan sedang dilakukan penelitian lebih lanjut.

"Ya ada tiga pasien yang positif varian baru. Yang B117 pulang dari Arab Saudi. Kemudian yang B1617 penularan dari anaknya yang tinggal di Jakarta," terangnya.

Ketiga pasien Covid-19 varian baru itu sudah mendapatkan penanganan khusus oleh tim medis. Kasus varian asal India mendapatkan perawatan medis di RS Hermina Tangsel.

"Strain B.1.1.7 isolasi khusus, dipantau Puskesmas karena bergejala ringan," demikian Ati.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan Alin Hendarlin memastikan dua orang tua penyintas Covid-19 varian B.1.6.1.7 yang merupakan warga Tangsel. Keduanya sudah dinyatakan negatif dari hasil swab PCR yang dilakukan terakhir pada pertengahan April 2021.

"Sudah sehat dan sudah dinyatakan selesai isolasi jadi sekarang sudah negatif saat keluar Rumah Sakit," kata Kepala Dinkes Tangsel, Alin Hendarlin kepada wartawan.

Menurut dia, kedua orang tua warga Tangsel yang terpapar varian baru Covid-19 itu, bermula dari kontak orang tua terhadap anaknya yang telah dinyatakan positif terinfeksi virus corona strain India.

"Dari anaknya, anaknya kurang tahu dari mana. Kalau tahu asal ceritanya mungkin panjang. Pokoknya anaknya itu termasuk sample yang diperiksa sequel genome-nya, itu kemudian ditemukan varian virus India," jelas Alin.

Selanjutnya, kedua orang tua warga Tangsel itu diketahui kotak erat dengan anaknya. Ketika terjadi gejala, mereka langsung memeriksakan diri.

"Mereka ketika ada gejala langsung swab dan hasilnya saat itu positif. Tapi itu di awal bulan April. Tanggal 5 April. Karena yang bersangkutan mempunyai komorbid akhirnya ke rumah sakit untuk dirawat di Hermina Serpong dari tanggal 5 -17 April, saat ini swab PCR kedua orang tersebut sudah negatif," tutur Alin. (GUNG/MAN)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek