BANTENEXPRES - Anggota DPRD Kota Tangerang dari Fraksi PKB, Tasril Jamal, soroti persoalan penggalian badan jalan untuk pemasangan jaringan pipanisasi air bersih maupun kabel yang tengah ramai kembali. Ia mempertanyakan perencanaan dan koordinasi proyek tersebut, terlebih jika penggalian dilakukan pada ruas jalan yang belum lama dibangun atau diperbaiki.
Tasril menegaskan, dirinya tidak mempersoalkan pembangunan jaringan air bersih maupun infrastruktur utilitas lainnya. Namun, menurutnya, setiap pekerjaan harus direncanakan secara matang agar pembangunan satu infrastruktur tidak justru merusak infrastruktur lainnya.
"Jalan baru dibangun, kemudian digali lagi. Pertanyaannya, bagaimana kajiannya? Bagaimana koordinasinya? Apakah memang tidak bisa direncanakan sejak awal supaya pekerjaan utilitas tidak kembali membongkar jalan yang baru selesai dibangun?," ujar pria yang akrab disapa Dewan TJ ini.
Ia menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius karena dampaknya bukan hanya soal tampilan jalan yang rusak, tetapi juga menyangkut penggunaan anggaran dan kenyamanan masyarakat. Kata dia, jalan yang sudah dibangun dengan anggaran publik seharusnya dapat dimanfaatkan secara optimal, bukan kembali dibongkar dalam waktu yang relatif dekat.
Lebih lanjut, Ketua DPD IKM Kota Tangerang ini juga menyoroti pekerjaan galian pipa air bersih milik PDAM Tirta Benteng (PDAM TB) yang tengah berlangsung, salah satunya di Jalan Karet Raya Perumnas I Tangerang yang akan berlangsung hingga sekitar lima bulan kedepan.
Menurut anggota Komisi I ini, pekerjaan dengan durasi cukup panjang harus mendapat pengawasan agar tidak mengganggu aktivitas warga dan memastikan kondisi jalan dikembalikan dengan kualitas yang baik setelah pekerjaan selesai.
"Jangan sampai masyarakat yang akhirnya menanggung dampaknya. Jalannya terganggu, akses terganggu, kemudian setelah selesai belum tentu kualitas perbaikannya sama seperti kondisi sebelumnya. Ini yang harus dikontrol," tegasnya kepada awak media ini di Gedung DPRD, Selasa (15/09) petang.
Tasril berharap Pemkot Tangerang bersama instansi dan pihak pelaksana dapat memperkuat koordinasi setiap pekerjaan utilitas yang menggunakan atau membongkar badan jalan.
Dirinya ingin memastikan setiap pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan tidak menimbulkan pemborosan akibat pekerjaan yang dilakukan berulang.
"Ini harus menjadi perhatian kita bersama. Pembangunan memang penting, tetapi perencanaannya juga harus benar. Jangan sampai niatnya membangun, tetapi karena koordinasinya kurang baik justru merugikan masyarakat," demikian Tasril.
(ZIE/GUNG)
- Doa Bersama, Gubernur Banten Harap 5 Jurnalis Ditemukan Selamat
- Musda HMI Badko Banten, Pejabat Publik Nilai HMI Organisasi yang Tidak Pernah Kering Ide
- HUT Ke-81 RI, PDIP Kota Tangerang Gelar Senam Sicita, Megawati Kenang Perjuangan Bung Karno
- Perdana di Kota Tangerang, Puluhan Ormas/OKP Tumplek Ikuti Silaturahmi Kebangsaan Sambut HUT Ke-81 RI
- Ini Tanggapan Sachrudin Soal Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo
- Fraksi PKB Dorong Beasiswa untuk Anak alm Ketua DPRD Kota Tangerang
- KNPI: Bang Rusdi Konsolidator, Dinamisator Intelektual Muda, Kota Tangerang Kehilangan Inspirator





