BANTENEXPRES - Sepekan telah berlalu Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi Alam meninggal dunia. Sosok politisi piawai Kota Tangerang ini banyak meninggalkan rekam manis bagi keluarga, kolega, masyarakat tak terkecuali partai yang membesarkannya di kancah politik, partai Golkar.
Alm. Rusdi dikenal sebagai politisi yang cakap bergaul dengan berbagai kalangan. Mulai dari aktivis, akademisi, birokrat, ulama, ormas, tokoh pemuda hingga para awak media.
Tentu sebuah kehilangan besar juga bagi DPRD Kota Tangerang maupun partai Golkar. Sehingga tidaklah mudah mencari figur pengganti politisi sekaliber alm. Rusdi Alam.
Seperti yang disampaikan pengamat politik Adib Miftahul. Dikatakannya almarhum Rusdi Alam adalah figur paket lengkap.
"Kalau nasional punya sosok Don Dasco (Gerindra) sementara Kota Tangerang ada Don Rusdi," kata Adib kepada BantenExpres, Selasa (28/07) malam.
Menurut Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) ini, Rusdi yang berlatar belakang seorang politisi, aktivis, pengusaha bisa merangkai komunikasi semua lini.
"Eksekutif, legislatif, yudikatif, masyarakat, aktivis, akademisi semua lengkap. Jadi saya kira tidak mudah untuk menemukan figur seperti dia di Kota Tangerang," pandang Adib.
Meski begitu, lanjut dia, trigger atau syarat untuk mencari pengganti almarhum Rusdi minimal seperti itu.
Adib bilang, siapapun penggantinya harus mempunyai kualifikasi kompetensi untuk menggerakan DPRD Kota Tangerang yang responsif, inovatif.
"Dan bisa bersinergi dengan semua pihak, itu yang paling penting menurut saya. Jadi figurnya tuh--itu syarat mutlaknya," tekan dia.
Ia menilai bahwa background aktivis itu akan lebih mudah untuk merangkai komunikasi, merangkai sinergitas, merangkai kolaborasi ketimbang non aktivis.
"Jadi saya kira bahwa figur yang bakal duduk sebagai Ketua DPRD Kota Tangerang itu, ya figur yang seperti itu," ujar dia.
"Bagaimana ia bisa berkomunikasi, merangkai hubungan agar akselerasi kebijakan-kebijakan di Kota Tangeran cepat bisa dikerjakan. Karena alm. Rusdi bisa mengerjakan itu," sambungnya.
Disisi lain, Adib juga memberikan saran untuk Ketua DPD Partai Golkar sekaligus Wali Kota Tangerang, Sachrudin. Adib mewanti, Sachrudin harus bisa menemukan figur yang "11 12" dengan almarhum 'Don Rusdi'.
"Kalau Sachrudin tidak bisa menemukan figur seperti itu, saya kira akan menjadi ancaman secara politis," kata akademisi UNIS Tangerang ini.
Karena, lanjut Adib, yang dibutuhkan oleh Sachrudin adalah bagaimana mempunyai sinergitas untuk pembangunan yang bisa dieksekusi dengan cepat tanpa hambatan.
"Tapi diterima secara politis secara kebijakan. Syaratnya itu saja. Temukanlah figur seperti 'Don Rusdi' itu saja," kata dia lagi.
"Kalau politisi yang elitis, out! jangan dipilih. Jadi politisi yang saya kira networking, komunikasinya, kualifikasi kualitasnya bagus terutama aktivis. Itu menurut saya paket yang harus diutamakan," tegas Adib menandasi.
(ZIE)
- Golkar Kota Tangerang Selesai Gelar Muscam di 13 Kecamatan, Ketua PK Didominasi Gen-Z
- Tasril Komisi I Minta ADEKSI Responsif Perjuangkan Hak Anggota DPRD Kota: Atau Bubar Saja!
- Hafidz CS Resmi Dilantik: Kami Siap Kerja Nyata Melayani Masyarakat Kota Tangerang
- Dari Jalanan ke Ruang Kebijakan, Aktivis Andry Yanto Resmi Gabung PKB Kota Tangerang
- Festival Kali Sabi 2026 Perdana Digelar, Anggota DPRD Hendra Apresiasi: Ini Keren!
- Neng Julaiha: Tidak Ada Dualisme di PPP, Banten Kondusif
- DPW Banten Apresiasi Muscab ke-VII PPP Kota Tangerang: Sangat Demokratis





