BANTENEXPRES - Aktivis Saipul Basri, kerap disapa Marsel mempertanyakan kejelasan proses hukum laporan masyarakat terkait dengan dugaan korupsi tunjangan DPRD Kota Tangerang di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang beberapa waktu lalu.
Hingga kini Marsel tidak melihat proses atau status pelaporan warga masyarakat kepada Kejaksaan Negeri Kota Tangerang tersebut sudah sejauh mana perkembangannya.
"Saya mempertanyakan status hukum laporan masyarakat soal tunjangan DPRD Kota Tangerang kepada Kejari itu, sudah sejauh mana? Dari Desember 2025 lho," kata Marsel dalam keterangannya, Rabu (01/04) sore.
"Ada apa, kok seakan lenyap?. Kejaksaan Negeri Kota Tangerang harus transparan dong soal pelaporan masyarakat itu agar tidak terjadi preseden buruk terhadap penegak hukum," lanjut dia.
Dalam waktu dekat ia mengaku akan segera berkirim surat kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang.
"Agar ada kejelasan persoalan itu. APH harus terbuka kepada publik, apalagi sekarang tengah menjadi sorotan soal itu," ujar dia.
Ia tidak menginginkan laporan-laporan masyarakat soal dugaan korupsi tidak ditindaklanjuti, tidak diproses oleh aparat penegak hukum (APH).
Meski demikian, dirinya mengatakan masih percaya dengan APH di Kota Tangerang dalam menegakan hukum.
"Saya masih percaya APH di Kota Tangerang masih punya nurani dalam menegakan hukum. Intinya aparat penegak hukum jangan tebang pilih," tegas Marsel menutup.
Seperti diketahui, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang sedang mengusut dugaan korupsi tunjangan perumahan dan transportasi DPRD Kota Tangerang.
Pemeriksaan dilakukan menyusul laporan masyarakat terkait besaran tunjangan yang dinilai fantastis dan potensi kerugian daerah mencapai Rp55 miliar sejak 2020-2025.
(GUNG/ZIE)
- Maryono Minta Pemuda Pancasila Kota Tangerang Terus Berkolaborasi dengan Pemerintah
- Aset Danau Cipondoh Hilang, Komisi I DPRD Desak Pemprov Banten Bertindak
- Ketua RW 16 Gebang Raya Apresiasi Ngopi Kamtibmas Baharkam Polri
- Mitigasi Bencana Kebakaran Bahan Kimia, DPRD Kota Tangerang Minta Gudang-gudang Diidentifikasi
- Aktivis Lingkungan Hidup Desak KLH Tangkap Perusahaan Pestistida Pencemar Cisadane
- Jutaan Ikan Terkapar Mati Akibat Gudang Pestisida Gubernur Banten Belum Bisa Pastikan Pidana
- Pengurus FBB se-Kota Tangerang Dilantik, Ketum Sholeh: Jadilah Pemimpin di Tengah Masyarakat





