BANTENEXPRES - Harga sejumlah komoditas pangan pokok masih mengalami kenaikan pasca Idul Adha. Dalam inspeksi yang dilakukan pada H+1 Hari Raya Idul Adha 1446 H, Anggota DPR RI Komisi XI Fraksi Partai Gerindra, Annisa Mahesa, menemukan bahwa harga daging ayam, cabai, dan bawang terpantau melonjak dibandingkan pekan sebelumnya.
“Kondisi ini memang kerap terjadi menjelang dan setelah hari besar keagamaan. Ini adalah fenomena inflasi musiman atau seasonal inflation,” ujar Annisa saat melakukan kunjungan ke Pasar Rau, Kota Serang, Sabtu (07/06).
Berdasarkan pernyataan pedagang yang ditemui, penyebab utama kenaikan harga ini adalah terganggunya distribusi barang akibat pengurangan jadwal pengiriman selama libur panjang, adanya spekulasi harga dari pihak distributor, serta lonjakan permintaan menjelang hari raya.
Untuk mendukung sistem distribusi yang lebih efisien, Annisa menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan subsidi transportasi pangan dan komoditas penting, misalnya dalam bentuk fasilitas _cold storage_ untuk distributor.
“Dengan penyimpanan dingin, kualitas bahan pangan dapat terjaga, dan distribusi bisa lebih lancar, terutama saat libur panjang atau kondisi darurat,” ucap dia.
Annisa juga menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga dan daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan, khususnya pada momentum-momentum keagamaan. Salah satu solusi jangka pendek yang terbukti efektif adalah penyelenggaraan pasar murah.
Secara khusus, Annisa mengapresiasi langkah Disperindag Kota Cilegon yang mengadakan Pasar Murah pada 6 Mei 2025.
"Langkah ini patut dicontoh oleh pemerintah daerah lainnya,” kata wakil rakyat asal daerah pemilihan Banten II ini.
Tak hanya itu, ia juga memberikan apresiasi kepada Gubernur Banten, Andra Soni, yang telah lebih dahulu menginisiasi Pasar Murah menjelang Hari Raya Idul Fitri pada 26 Maret 2025.
"Keberadaan pasar murah mampu menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang lebih terjangkau dan inklusif, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah," tutup Anisa dalam keterangan medianya, Selasa (10/06).
(MUH)
- Ketua Komisi IV: Stadion Mini di Kota Tangerang Harus Ditingkatkan Fasilitasnya
- Komisi VII Nilai Kota Tangerang Miliki Posisi Strategis dalam Sektor Pariwisata
- Work From Home ASN Tidak Boleh Ganggu Pelayanan Publik
- Aktivis Minta Kunker-Tunjangan DPRD Kota Tangerang Dipangkas: Efisiensi dan Hemat Energi
- Efisiensi dan Penghematan Energi, DPRD Kota Tangerang Enggan Komentari
- Komisi VIII DPR RI Awasi Potensi Salah Sasaran Bansos di Kota Tangerang
- Sampaikan LKPJ 2025 Sachrudin Pamerkan Berbagai Capaian Target





