Lapsus
Kamis 18 Juni 2026 20:17
Tasril Jamal, Anggota Komisi I DPRD Kota Tangerang asal (PKB). (FOTO: untuk BantenExpres)
\"Share

BANTENEXPRES - Anggota Komisi I DPRD Kota Tangerang, Tasril Jamal menilai Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kota Tangerang tidak maksimal dalam mengelola aset-aset yang ada di kota berjuluk seribu industri sejuta jasa, Kota Tangerang. 

‎Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengatakan, BPKD Kota Tangerang selama ini tidak punya inovasi dan kreasi dalam mencari potensi-potensi sumber pemasukan asli daerah alias PAD. 

‎Tasril mengatakan, bahwa potensi sumber PAD Kota Tangerang tidak terkelola dengan optimal. PAD yang di dapat Kota Tangerang selama ini hanya mengandalkan sektor-sektor yang sudah berjalan. Seperti pajak maupun retribusi. 

‎Padahal kata Tasril, di Kota Tangerang banyak potensi-potensi sumber PAD yang bisa dikelola, dimanfaatkan dengan maksimal oleh BPKD. 

‎"Ini karena pengelolaan aset dan manajemen aset belum maksimal dilakukan oleh Pemerintah Kota Tangerang khsususnya BPKD," kata Tasril kepada awak media ini di DPRD, Kamis (18/06). 

‎Ia melihat pengelolaan dan manajemen untuk menghasilkan optimalisasi daripada PAD Kota Tangerang tidak dipikirkan. "Kalau kepala badan atau Kabidnya enggak maksimal kita ganti. Saya minta itu, aset itu harus maksimal dikelola jadi bagian dari pendapatan," tegas Tasril. 

‎Tasril bilang, bahwa salah satu WTP yang didapatkan oleh Pemerintah Kota Tangerang penilaianya adalah dari aset. Sebabnya Tasril mempertanyakan kalau pengelolaan asetnya tidak maksimal lantas bagaimana? 

‎"Ini lho yang membuat saya gemes. Sekarang aset dari peralihan Kabupaten Tangerang ke kota sampai sekarang belum dikejar masih didiamkan. Aset dari fasos fasum pengembang, aset dari Angkasa Pura yang masih konsinyasi di Kejaksaan uangnya ada Rp70 miliar, itu semua jangan didiamkan," paparnya.

‎Tasril melihat indikasi BPKD tidak bisa mengelola sumber-sumber PAD salah satunya aset-aset tersebut tidak dikelola dengan cermat. 

‎"Karena mereka tidak paham cara kerja. Kedua, mereka tidak mau berusaha maksimal hanya nunggu bola. Eggak kreatif," kembali Tasrik menegaskan. 

‎Terlebih lagi, lanjut dia, saat ini dana transfer dari pusat ke Pemerintah Kota Tangerang dikurangi sebesar Rp402 miliar. Artinya, kata dia, Pemkot Tangerang harus kreatif melakukan inovasi menggali sumber-sumber PAD.

‎"Bukan lagi melakukan efisiensi. Efisiensi mah lagu lama dari tahun kibenen udah efisiensi. Sekarang itu kudu kreatif, inovatif, berani berinovasi jangan diam," ujar wakil rakyat dapil III ini. 

‎"Aset-aset tadi bisa kita maksimalkan, kita bisa bikin hotel. BUMD kita seperti TNG punya hotel, dikelola manajemenya. Kan hasilnya bisa tuh buat PAD. Danau Cipondoh tuh bisa kita kelola juga buat destinasi wisata kuliner," kata dia lagi. 

‎Tasril menambahkan, dari tahun ke tahun yang dilakukan Pemkot Tangerang hanya menghabiskan anggaran lantaran mengandalkan pola kerja kopi paste program/kegiatan dalam mendapatkan pendapatan asli daerah (PAD). 

‎(ZIE/GUNG) 

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek