Lapsus
Minggu 12 Juli 2026 20:38
Menteri Lingkungan Hidup M Jumhur Hidayat didampingi Wali Kota Tangerang Sachrudin serta komunitas Banksasuci dalam Festival Kali Sabi 2026. (FOTO: dok-DST)
\"Share

BANTENEXPRES - Wali Kota Tangerang Sachrudin mengaprsiasi kepada komunitas Bank Sampah Sungai Cisadane (Banksasuci) yang telah menginisiasi Festival Kali Sabi 2026. Festival juga dihadiri Menteri Lingkungan Hidup M Jumhur Hidayat, yang digelar di bantaran Kali Sabi, Uwung Jaya, Cibodas, Ahad (12/07). 

‎Sachrudin mengegaskan, penanganan lingkungan terutama masalah sampah tidak bisa dilaksanakan oleh pemerintah sendirian tapi dengan bersama-sama semua pihak. 

‎"Melibatkan semua komunitas, kolaborasi pentahelix yaitu pemerintah, masyarakat,  dunia usaha, akademisi juga media yang gak boleh terpisah dalam mengatasi persoalan apapun termasuk perosalan sampah," kata Sachrudin kepada BantenExpres usai kegiatan. 

‎Menurutnya, Festival Kali Sabi 2026 luar biasa hal itu terbukti dengan dihadiri langsung Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat yang memberikan dukungan. 

‎Dengan kehadiran Menteri LH, Sachrudin juga berharap dapat menjadi motivasi kepada masyarakat Kota Tangerang untuk terus menjaga lingkungan dan melestarikannya. 

‎"Yak mulai dari diri kita, apapun masalahnya harus kita atasi dari hulu ke hilir, baik sampah maupun banjir karena ini menjadi tanggung jawab kita semua," tekan dia.

‎"Jangan sampai buang sampah sembarangan, hulunya masyarakat, rumah tangga. Tadi pak Menteri tuh sampaikan kalau bisa bangun rumah tuh menghadap kali jangan membelakangi kali. Jadi sama-sama kita rawat," sambungnya menegaskan. 

‎Dalam sambutannya, Menteri LH Jumhur Hidayat mendukung Festival Kali Sabi lewat program menteri BPLH yaitu Packaging Recovery Organization (PRO). Dimana perusahaan yang menghasilkan limbah harus memberikan dana anggaran untuk lembaga atau organisasi lingkungan. 

‎"Kita sudah siapkan program PRO, nantinya acara seperti ini dapat memanfaatkan anggaran dari kolektif perusahaan penghasil limbah untuk membuat program atau kegiatan kebersihan lingkungan seperti Festival Kali Sabi ini," jelas Jumhur. 

‎Jumhur juga mengatakan, Kementrian Lingkungan Hidup siap menggaungkan Gerakan "Tobat Ekologis" menuju Indonesia Hijau. Program ini, kata dia, menjadi dasar gerakan penanaman 2 miliar pohon di Indonesia, dengan penguatan bambu sebagai solusi berbasis alam (nature-based solutions).

‎Dalam arahannya, Jumhur menegaskan berbagai tantangan lingkungan seperti perubahan iklim, degradasi lahan, pencemaran, hingga hilangnya keanekaragaman hayati tidak dapat lagi dihadapi hanya dengan pendekatan teknis, melainkan membutuhkan perubahan kesadaran kolektif yang lebih mendasar dalam hubungan manusia dengan alam.

‎"Tobat ekologis adalah perubahan cara pandang dan perilaku kita terhadap alam. Kita tidak cukup hanya memahami masalah lingkungan, tetapi harus menjadi bagian dari solusi melalui tindakan nyata," kata mantan aktivis buruh ini. 

Sementara itu, Ketua Banksasuci Foundation, Ade Yunus menjelaskan, Festival Kali Sabi dilakukan sebagai upaya mendukung program Pemerintah Kota dan Pemerintah Pusat yaitu program kali bersih (Prokasi) dan Tobat Ekologis yaitu penanaman dua miliar pohon. 

‎"Kita harapkan kegiatan ini dapat menjadi langkah baik dalam menjaga kebersihan dan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan. Selain itu kedepan kami juga akan membuat program serupa dengan dukungan berbagai pihak agar lebih efektif dan berkelanjutan," tandasnya. 

‎Festival Kali Sabi 2026 yang pertama kali digelar ini di padati ribuan masyarakat untuk mengikuti lomba mancing. Juga hadir para pelaku UMKM dari wilayah sekitar. 

‎(ZIE/EDY)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek