Lapsus
Minggu 26 April 2026 13:19
Perwakilan kedutaan besar, ulama, pejabat, tokoh masyarakat menghadiri puncak tradisi Seba Baduy 2026 di Gedung Negara Provinsi Banten. (FOTO: BantenExpres)
\"Share

BANTENEXPRES - Tradisi Seba Baduy bagi masyarakat suku Baduy Dalam dan Baduy Luar menarik perhatian masyarakat luas tak terkecuali bagi perwakilan kedutaan besar negara asing, yang turut menghadiri rangkaian Seba Baduy 2026.

‎Para perwakilan kedutaan besar negara, seperti dari Suriah, Belarus, Bosnia, Iran, Palestina, Rusia, dan Amerika Serikat nampak terlihat saat prosesi puncak Seba Baduy 2026 di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Sabtu (25/04) malam. 

‎Warga mancanegara tersebut turut mengenakan pakaian adat suku Baduy, pakaian dengan motif putih (Baduy Dalam) dan hitam (Baduy Luar) lengkap dengan tas koja dan ikat kepala yang biasa disebut Lomar. 

‎Pada malam puncak Seba Baduy 2026 ini Gubernur Banten Andra Soni menerima amanat pelestarian alam dari 1.552 masyarakat adat Baduy yang berlangsung di halama Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang. 

‎Amanat disampaikan melalui Jaro Pamarentah atau kepala desa yang ditugaskan untuk berurusan dengan pemerintah resmi. 

‎"Tadi disampaikan tentang permasalahan lingkungan di wilayah Kanekes. Amanah yang mereka pegang turun-temurun adalah ‘gunung ulah dilebur, lebak ulah dirusak’ (gunung jangan dihancurkan, lembah jangan dirusak)," ujar Andra Soni didampingi Wagub Dimyati Natakusumah. 

‎Gubernur bilang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan terus membangun komunikasi dengan masyarakat adat Baduy, tidak hanya melalui momentum Seba, tetapi juga melalui koordinasi berkelanjutan. 

‎Pada kesempatan ini, Gubernur menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Seba yang menjadi kegiatan tahunan dan tradisi wajib bagi warga adat Baduy. 

‎Pemprov Banten juga akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat Baduy, termasuk rencana ritual pelestarian alam di kawasan Sangyang Sirah dan Gunung Honje. Termasuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang. 

‎Andra Soni telah mengarahkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Banten untuk merespons dan mengimplementasikan pesan-pesan pelestarian alam. 

‎"Kita jadikan masyarakat adat Kanekes sebagai tuntunan," tegas Gubernur Andra Soni saat menerima peserta Seba Baduy di Alun-alun Kota Serang pada paginya. 

‎Sementara itu, Kepala Desa Kanekes sekaligus Jaro Pamarentah, Jaro Oom. menyampaikan, Seba Baduy merupakan bagian dari rangkaian adat pasca panen dan prosesi Ngalaksa. 

‎Kedatangan masyarakat Baduy menghadap Gubernur sebagai Bapak Gede bertujuan menyampaikan amanat untuk menjaga keselarasan antara manusia dan alam di berbagai wilayah.

‎"Kami melaksanakan tradisi ini karena bagi kami, masyarakat Baduy, menjaga amanah adalah hal yang utama. Amanah ini kami sampaikan kepada pemerintah, baik di tingkat Kabupaten maupun Provinsi, sesuai titipan lembaga adat dan instruksi Puun," jelas Jaro Oom.

‎Informasi tambahan, Seba Baduy 2026 diikuti sebanyak 1.552 yang terdiri dari masyarakat Baduy Luar terbanyak dan Baduy Dalam. 

‎(ZIE/MUH) 

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek