BANTENEXPRES - Anggota Komisi III DPRD Kota Tangerang, Anggiat Shitohang mengatakan Kota Tangerang yang dikenal dengan jargon kota seribu industri sejuta jasa ini masih memiliki PR alias pekerjaan rumah yang klasik, yakni banjir dan persoalan sampah.
"Kota Tangerang sudah umur 33 tahun tapi masih banjir aja. Ujan kecil aja gak bisa diatasin," kata Tulang panggilan politisi Partai NasDem itu saat berbincang dengan awak media ini beberapa waktu lalu.
Lantas dirinya mempertanyakan kemana para tenaga ahli yang bergelar insinyur di pemerintah Kota Tangerang. "Kemana para tenaga ahli yang bergelar insinyur itu di Kota Tangerang. Itu aja pertanyaanya," ujar dia.
Tulang bilang, hingga kini banjir yang kerap melanda wilayah-wilayah di Kota Tangerang belum juga bisa diatasi.
"Ya kan? Itu yang perlu dipertanyakan. Apa karena tidak fokus menanganinya, atau karena apa? Kan gitu," kata dia.
Selain banjir, Tulang juga mengkritisi persoalan sampah yang dihadapi Kota Tangerang.
Meski demikian, menurutnya persoalan sampah terjadi di berbagai wilayah di Indonesia bukan hanya di Kota Tangerang.
Ia mengatakan, kalau persoalan sampah tidak bisa diharapkan oleh pemerintah kota saja melainkan melalui pemerintah Provinsi Banten.
"Pemerintah Provinsi Banten harus membangun TPA regional, jadi se-Banten ada TPA-nya," kata wakil rakyat asal dapil V yang wilayahnya kerap menjadi langganan banjir ini, Periuk.
Tulang mengatakan kalau TPA itu dibuat oleh masing-masing wilayah tidak akan mampu, mengingat produksi sampah perhari bisa ribuan ton belum lagi lahan yang terbatas.
"Apalagi seperti Kota Tangerang, TPA-nya lahanya terbatas. Sementara volume sampah semakin hari makin bertambah," ujar dia.
Untuk mengatasi persoalan sampah itu, Tulang meminta Gubernur Banten untuk segera membangun TPA regional. "Mau di Ujung Kulon sana kek, atau di mana kek. Bangun itu TPA regional," tegas dia.
Tulang mengungkapkan pada periode sebelumnya saat dia duduk di Komisi IV yang membidangi lingkungan, ia sudah membahas hal itu bersama Pemerintah Provinsi Banten.
Namun sampai sekarang, kata dia, tidak ada realisasinya. Ia pun menyatakan akan kembali membahas itu bersama anggota DPRD yang lain untuk mendorong ke provinsi.
"Kita pernah sonding itu dengan provinsi tahun 2014 yang lalu. Eranya Gubernur Atut, kita udah pernah sonding supaya buat TPA regional," ungkap dia.
Saat ini TPA Kota Tangerang sudah over capacity. Dan tidak ada lahan lagi, menurut dia. "TPA Rawakucing kalau boleh saya katakan posisinya udah enggak strategis, karena disamping bandara yang merupakan gerbang wajah Indonesia," Tulang menandasi.
(ZIE/GUNG)
- Sarungan Festival Al-A'zhom 2026: Momentum Perkuat Kebersamaan Masyarakat
- Hendra Gunawan Gelar Reses di Jatiuwung Cibodas, Komitmen Terus Hadir di Tengah Masyarakat
- Reses, Ketua Komisi IV DPRD Siap Kawal Program Pembangunan Wilayah
- Ketua Komisi I Apresiasi Kinerja BPKD Kota Tangerang dalam Pengelolaan Anggaran
- Maryono: Situ Bulakan Miliki Peran Penting dalam Sistem Tata Air Kota Tangerang
- Festival Al-Azhom 2026 Kota Tangerang Kembali Digelar, Sachrudin: Sarana Syiar Islam
- Kecewakan Warga, Komisi I DPRD Akan Panggil Manajemen Ayodhya Tangerang





