Hukum_Kriminal
Selasa 19 Mei 2026 20:43
Anggota Komisi I DPRD Kota Tangerang asal PSI Christian Lois (kanan) saat mengikuti kegiatan Rapat Paripurna. (FOTO: dok-BantenExpres)
\"Share

BANTENEXPRES - Kegiatan Ekoteologi di Kota Tangerang yang digelar Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kementerian Agama Provinsi Banten bersama ASN Agama Buddha se-Banten mendapat apresiasi dari DPRD Kota Tangerang. Aksi yang berlangsung di Dermaga Boen Tek Bio, Kota Tangerang, Minggu (17/05) itu dinilai menjadi contoh nyata kolaborasi spiritual dan pelestarian lingkungan hidup.

‎Kegiatan Ekoteologi tersebut menarik perhatian karena menghadirkan aksi nyata kepedulian lingkungan, mulai dari penuangan EcoEnzyme ke Sungai Cisadane, penanaman pohon, hingga pelepasan makhluk hidup berupa burung. DPRD Kota Tangerang menilai gerakan tersebut menjadi pendekatan baru yang relevan di tengah meningkatnya tantangan kerusakan lingkungan.

‎Anggota Komisi I DPRD Kota Tangerang, Christian Lois, mengatakan bahwa konsep Ekoteologi di Kota Tangerang tidak hanya berbicara soal agama, tetapi juga memperkuat hubungan harmonis antara manusia, alam, dan nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

‎"Ekoteologi membimbing masyarakat untuk memaknai keberagaman, meningkatkan kualitas spiritual, serta mempererat hubungan antara Tuhan, alam, dan manusia. Ini menjadi pendekatan yang sangat relevan di tengah tantangan lingkungan saat ini,” ujar Lois usai menghadiri kegiatan. 

‎Menurutnya, aksi sosial dan lingkungan yang dilakukan dalam kegiatan tersebut membuktikan bahwa spiritualitas dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap kelestarian alam. Ia menilai langkah itu penting untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya.

‎"Ini membuktikan bahwa spiritualitas bisa selaras dengan perhatian terhadap lingkungan. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat rutin dilakukan, tidak hanya oleh umat Buddha, tetapi juga seluruh umat beragama," tuturnya. 

‎Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu juga menegaskan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari implementasi nilai keimanan. Menurutnya, kegiatan yang berlangsung di kawasan Sungai Cisadane tersebut memberikan dampak positif terhadap ekosistem sekaligus menjadi contoh sinergi yang baik antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat.

‎Sementara itu, Ketua Perkumpulan Boen Tek Bio, Ruby Santamoko, menjelaskan kegiatan Ekoteologi digelar dalam rangka perayaan Waisak 2570 Buddhist Era (B.E.) tahun 2026. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 2.570 liter EcoEnzyme dituangkan ke Sungai Cisadane sebagai simbol kepedulian terhadap pelestarian air dan lingkungan sungai.

‎"Kegiatan ini dalam rangka Waisak 2570 B.E./2026 sebagai aksi nyata bahwa umat Buddha peduli terhadap lingkungan hidup sekaligus mengajak generasi muda Buddhis memahami ekoteologi Buddhis," jelas Ruby.

‎Ia mengatakan, kegiatan tersebut menjadi yang pertama kali dilakukan sebagai implementasi ajaran Buddha yang mengedepankan cinta kasih kepada seluruh makhluk hidup, termasuk menjaga keseimbangan lingkungan dan ekosistem.

‎Selain menjadi momentum keagamaan, kegiatan itu juga diharapkan mampu membentuk budaya peduli lingkungan bagi generasi muda. Ruby menilai kebiasaan menjaga alam harus mulai ditanamkan sejak dini agar menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di masa mendatang.

‎"Intinya bagaimana kita belajar mencintai lingkungan agar ke depan menjadi kebiasaan baik bagi generasi mendatang untuk menjaga lingkungan dengan baik," ujar dia. 

‎(EDY)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek