Ekonomi
Sabtu 13 Agustus 2022 12:46
Pembukaan Munas V Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) di Kota Tangerang, Jumat (12/08) malam. (FOTO: BantenExpres)
\"Share

BANTENEXPRES - Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) menggelar Musawarah Nasional (Munas V) tahun 2022, dengan tema "Dari Lasqi Bersinergi Untuk Negeri" di Kota Tangerang 12-14 Agustus. Dihadiri ratusan peserta dari 28 utusan berbagai daerah di Tanah Air.

Ketua Harian DPW Lasqi Banten yang juga pelaksana panitia Steering Committee (SC), Syaeful Nawasih mengatakan, agenda Munas V Lasqi ini salah satunya memilih Ketua Umum yang baru untuk periode 2022-2027.

"Untuk membawa Lasqi kedepan lebih baik lagi. Selama lima tahun nantinya," jelas Syaeful kepada awak media ini disela acara.

Kata dia, Lasqi lahir sekira di tahun 70-an sudah dikenal oleh masyarakat luas, para pengurusanya pun ada hingga tingkat kecamatan di setiap daerah.

Hanya saja generasi anak sekarang lebih mengenal seni budaya dari luar yang modern, menurut dia.

"Makanya dengan adanya Lasqi ini kita terus berupaya menyosialisasikan seni budaya Islam (Lasqi -red)," ujarnya.

Setelah digelarnya Munas, lanjut Syaeful, Lasqi dalam waktu dekat akan melaksanakan Raker (Rapat Kerja).

Setelah itu Lasqi akan menggelar festival berskala nasional disetiap daerah atau provinsi.

"Di Lasqi itu tidak hanya qasidah rebana yah, tapi ada juga bintang vokalis yang diiringi musik gambus. Ada musik religi, ada kolaborasi, lagunya qasidah tapi musiknya tradisional budaya masing-masing daerah," terangnya.

Sementara itu, Wakil Ketua MPR-RI Jazilul Fawaid, dalam sambutanya menyampaikan, kesenian qasidah hadir di tengah-tengah masyarakat Indonesia sebagai bentuk budaya yang harus dilestarikan dan dikembangkan.

Antusias masyarakat terhadap kesenian ini cukup besar dan mengakar, menurut dia.

Oleh karena itu, ia meminta Lasqi terus diperkenalkan ke masyarakakat lewat seni budaya musik qasidah, karena menurutnya generasi saat ini lebih menyukai seni budaya yang modern.

"Mereka lebih asyik nonton drakor, dan musik-musik modern lainnya. Untuk itu Lasqi harus tampil jangan sampai anak-anak kita tidak tahu musik qasidah," ujar dia.

Lasqi yang sudah ada besar ini pun harus bisa berupaya lagi mengenalkan musik bernuansa Islami kepada generasi penerus.

"Kadang saya aja tahunya musik qasidah itu ya Nasida Ria (grup musik qasidah)," kelakar Jazilul disambut tawa peserta Munas.

Jazilul yang digadang-gadang sebagai Ketua Umum Lasqi yang baru ini juga berharap, Lasqi akan menjadi organisasi yang besar lagi yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.

"Selamat atas digelarnya Munas ke-V Lasqi. Semoga Lasqi bermanfaat bagi bangsa dan negara," tutupnya.

Diketahui, Ketua Umum Lasqi yang akan berakhir masa jabatanya yaitu Tarmizi Tohor, sementara Ketua Umum DPW Lasqi Banten adalah Adde Rosi Khairunnisa.

Sebagai informasi, Lembaga Seni Qasidah Indonesia (Lasqi) didirikan pada 20 September 1970 dengan nama Seni Qasidah Tradisional Rebana.

Selanjutnya disempurnakan dalam Musyawarah Nasional I LASQI pada tanggal 30 Juni 2001, serta disempurnakan kembali pada Musyawarah Nasional Tahun 2013 dengan nama Lembaga Seni Qasidah Indonesia atau biasa disingkat menjadi LASQI.

Lembaga Seni Qasidah Indonesia mulai berkembang dan mengalami progres yang sangat pesat pada priode 2011-2016 di masa kepemimpinan KH. Asep Musfata Kamal, hal itu ditandai dengan banyaknya program yang diselenggarakan oleh pengurus Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) di berbagai daerah.

(ZIE)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek