Politik
Jumat 10 April 2020 08:11
Susilo Bambang Yudhoyono. (FOTO: Dok BantenExpres | Azie Stianegara)
\"Share

BANTENEXPRES - Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengomentari terbitnya telegram yang isinya mengatur tentang  instruksi bagi penyidik untuk mulai mengantisipasi kasus-kasus salah satunya kasus penghinaan kepada presiden selama situasi pandemi Covid-19. Ia berharap tidak ada satupun warga Indonesia yang kena 'ciduk' lantaran salah berucap di tengah ancaman virus Covid-19.

"Padahal hidup mereka sedang susah di era wabah corona ini. Jangan sampai sudah jatuh, tertimpa tangga pula," kata SBY seperti dikutip dalam laman resmi Facebooknya @SBYudhoyono, Kamis (09/04).

Ia memahami bahwa di tengah situasi saat ini bisa memunculkan 'benturan' antara elemen masyarakat dengan pihak pemerintah. Apalagi, kalau sebelumnya sudah ada benih-benih ketidakcocokan dan ketidak-sukaan antara elemen masyarakat dan pemerintah.

BACA JUGA: Omnibus Law Melenggang Serikat Buruh Kutuk Keras DPR

"Dalam keadaan darurat dan sekaligus krisis seperti sekarang ini, sebaiknya pemerintah bisa mencegah terjadinya masalah baru. Misalnya masalah sosial, ataupun masalah politik, yang bisa mengganggu upaya pemerintah menyelamatkan rakyat dari wabah virus corona yang mematikan ini," ujarnya.

SBY mengimbau, agar penegak hukum mengutamakan tindakan persuasif dan pencegahan terlebih dahulu. Namun, jika tindakan persuasif dirasa sudah tidak mempan, baru dilakukan pendekatan hukum.

Selain itu ia juga memohon agar pemerintah tidak alergi terhadap pandangan dan saran dari pihak di luar pemerintahan. Menurutnya, banyak kalangan yang menyampaikan pikirannya, dengan sedikit kritis, tetapi justru sangat pro pemerintah.

"Amat berbahaya jika ada pihak yang menyampaikan pandangan kritisnya, dan kebetulan mereka itu pernah bertugas di pemerintahan SBY, atau sekarang tidak berada dalam koalisi pemerintahan Presiden Jokowi, lantas dianggap sebagai musuh pemerintah. Sebagai musuh negara. Menurut saya, pandangan dari pihak di luar pemerintah itu tetap ada gunanya jika pemerintah sudi untuk mendengarkannya," jelas eks Ketua Umum Partai Demokrat ini. (ROL)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek