Hukum_Kriminal
Selasa 03 Maret 2026 23:18
Situ atau danau Cipondoh salah satu destinasi wisata warga masyarakat Kota Tangerang. (FOTO: dok-BantenExpres)
\"Share

BANTENEXPRES - Anggota Komisi I DPRD Kota Tangerang, Tasril Jamal menyebutkan aset danau Cipondoh saat ini menyusut alias berkurang dari luas sekitar 126 hektare kini menjadi 98 hektare. 

‎Tasril menduga penyusutan danau Cipondoh tersebut diduga akibat praktik reklamasi dan penguasaan lahan yang tidak terkendali.

‎Ia mengaku sangat miris melihat kondisi tersebut. Lantaran menurutnya danau terbesar di Kota Tangerang itu merupakan salah satu ikon Cipondoh sejak lama. 

‎"Kita miris melihat danau Cipondoh yang merupakan ikon Kecamatan Cipondoh kondisinya semakin tergerus," kata Tasril kepada BantenExpres usai Rapat Paripurna DPRD HUT ke-33 Kota Tangerang, Sabtu (28/02) kemarin. 

‎Oleh karena itu, Tasril meminta kepada Provinsi Banten bersama Pemerintah Kota Tangerang dapat mengoptimalkan pemanfaatan dan penyelamatan danau Cipondoh segera mungkin. 

‎"Karena ini aset strategis dan ruang terbuka hijau masyarakat. Segera selamatkan danau Cipondoh," desak politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini. 

‎Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan bahwa sertifikat situ/danau Cipondoh sudah kembali. ‎"Ya artinya penguasaanya sudah kembali ke Provinsi Banten," ungkap Andra Soni seusai Rapat Paripurna DPRD. 

‎Dikatakannya, situ/danau Cipondoh dulu luasnya berdasarkan HGB yang dikeluarkan oleh Pemprov Jawa Barat, dengan kondisi sekarang, pihaknya masih melakukan pengecekan. 

‎Ia berharap kemudian situ Cipondoh tidak hanya sebagai penampung air tapi juga harus dimanfaatkan untuk kebutuhan ekonomi masyarakat. 

‎"Saya bersama pak Wali Kota Tangerang juga dengan Ketua DPRD, rencana nih rencana yah--kita akan keliling di situ itu untuk melihat potensi-potensi apa saja yang bisa kita lakukan," kata dia. 

‎(ZIE/GUNG) 

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek